Israel

Hotel Arab Digusur untuk Yahudi

Kompas.com - 10/01/2011, 07:22 WIB

KAIRO, KOMPAS.com — Buldoser Israel, Minggu (9/1/2011), menggusur bangunan Hotel Shepherd yang terletak di distrik Arab di Jerusalem Timur. Penggusuran hotel tersebut merupakan bagian dari rencana pembangunan permukiman Yahudi di Jerusalem Timur.

Pemerintah Israel tampaknya tidak peduli lagi dengan potensi kemarahan dan protes dari Amerika Serikat dan Palestina soal itu.

Hotel Shepherd diklaim telah dibeli warga Yahudi kaya asal AS tahun 1985. Di atas tanah hotel tersebut akan dibangun 20 apartemen bagi kepentingan Yahudi dengan biaya dari warga Yahudi kaya asal AS, Irving Moskowitz.

Proses perdamaian saat ini buntu akibat terus berlanjutnya pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Jerusalem Timur.

Perunding senior Palestina, Saeb Erekat, menegaskan, selama Pemerintah Israel terus membangun permukiman dan menggusur Hotel Shepherd, tidak akan pernah ada perundingan damai.

Sejak Israel mencaplok kota Jerusalem Timur pada perang tahun 1967, pembangunan permukiman Yahudi secara besar-besaran di kota tersebut terus dilakukan. Kini diperkirakan sekitar 200.000 warga Israel berdomisili di kota yang akan dijadikan ibu kota negara Palestina kelak itu. Sebelum tahun 1967, tidak satu pun warga Yahudi tinggal di Jerusalem Timur. Warga Palestina yang masih bertahan di Jerusalem Timur sekitar 250.000 orang.

AS pun angkat tangan dalam upaya membujuk Israel agar menghentikan pembangunan permukiman Yahudi. Sikap pemerintah Presiden AS Barack Obama tampak lemah dalam isu perdamaian Timur Tengah sejak kekalahan Demokrat dari Republik dalam pemilu sela pada November lalu. Proses perdamaian dibiarkan begitu saja.

Perundingan gagal lagi AS kini menawarkan kepada Israel dan Palestina untuk melakukan perundingan tidak langsung dengan mediator AS. Palestina tampak tidak antusias untuk memulai perundingan tidak langsung dengan Israel seperti usulan AS itu. Sebab, perundingan tidak langsung sebelum ini tak pernah menghasilkan apa pun.

Israel dan Palestina memulai perundingan langsung sejak awal September tahun lalu setelah perundingan tidak langsung gagal membuahkan hasil. Namun, perundingan langsung terhenti pula beberapa pekan setelah itu karena Israel menolak memperpanjang penundaan pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat.

Diberitakan, Israel dan Palestina mengirim delegasi ke Washington, pekan ini, untuk membahas proses perundingan damai. Akan tetapi, penggusuran Hotel Shepherd itu lagi-lagi bisa menggagalkan pembicaraan damai Israel-Palestina di Washington. (MTH)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau