Kehidupan

Patah Hati, Putri Tabrakkan Diri ke Bus

Kompas.com - 10/01/2011, 09:07 WIB

JOMBANG, KOMPAS.com — Putus asa karena merasa dikhianati pacar, Saputri (24), warga Jalan Raden Patah, Sidoarjo, Jawa Timur, mencoba bunuh diri dengan menabrakkan tubuhnya ke bus Restu yang sedang melaju di Jalan Basuki Rahmat, Jombang, tak jauh dari stasiun kereta api, Jumat pekan lalu.

Beruntung, pengemudi bus sempat mengerem dan bus yang memang melaju tak terlalu kencang itu berhenti sekitar 1 meter dari tubuh Saputri. Melihat kejadian itu, Supardi dan Subani, tukang becak yang mangkal di dekat lokasi kejadian, segera membawa perempuan berjilbab itu ke pos penjagaan pintu rel KA. Selanjutnya, Saputri dibawa ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang.

Kepala Unit PPA Inspektur Dua Rizki Amalia menjelaskan, percobaan bunuh diri oleh Saputri itu dipicu sakit hati terhadap pacarnya. Selama dua tahun dia berpacaran dengan lelaki asal Jombang yang dikenalnya saat keduanya bekerja di Semarang, Jawa Tengah.

Sejak setahun lalu, Saputri pulang ke Sidoarjo dan si lelaki tetap kerja di Semarang. Kendati demikian, hubungan keduanya tetap berlanjut. "Tapi, saat Saputri bertandang ke rumah sang pacar, ketahuan pacarnya ini sudah berkeluarga," kata Rizki.

Saat tiba di Jalan Basuki Rahmat, Saputri yang gelap mata menghadang bus Restu yang sedang melaju. Menurut Rizki, setelah diberi pemahaman, kondisi psikis Saputri yang labil berangsur-angsur pulih. "Selanjutnya, dia kami kirim ke WCC (Women Crisis Centre) Jombang guna konseling lebih lanjut," katanya.

Koordinator Divisi Pendampingan dan Pelayanan WCC Jombang M Solahudin membenarkan, Saputri ditangani pihaknya. Namun, ia telah diantar ke terminal bus untuk pulang ke Sidoarjo karena kondisi psikisnya sudah membaik. Sebenarnya Saputri merupakan klien lama WCC. Sekitar enam bulan lalu, Saputri pernah hamil dengan pacarnya. Namanya Arifin, warga Jombang. Arifin memang bekerja di Semarang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau