China: Teknologi Militer Kami Tertinggal

Kompas.com - 10/01/2011, 14:27 WIB

BEIJING, KOMPAS.com Teknologi militer China tertinggal puluhan tahun dibandingkan dengan perlengkapan pasukan keamanan tercanggih di dunia dan tidak mengancam negara mana pun. Menteri Pertahanan China Liang Guanglie menegaskan hal itu, Senin (10/1/2011), setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates.

Gates, Minggu, memulai kunjungan empat hari ke Beijing yang akan berakhir Rabu, seminggu sebelum kunjungan kenegaraan Presiden China Hu Jintao ke Washington.

"Upaya-upaya yang kami lakukan dalam penelitian dan pengembangan sistem persenjataan tidak bertujuan untuk menargetkan negara ketiga atau negara mana pun di dunia, dan sama sekali tidak bertujuan untuk mengancam negara mana pun di dunia," ujar Liang Guanglie kepada wartawan setelah melakukan pembicaraan dengan Gates.

Para pejabat AS telah memerhatikan perkembangan pesat program rudal balistik antikapal China, yang dapat menantang kapal induk pengangkut pesawat tempur AS. China juga bersiap untuk meluncurkan kapal induk pertamanya akhir tahun ini, lebih cepat dari sejumlah perkiraan. Pekan lalu China juga diduga senjaga membocorkan sejumlah foto di internet dari sebuah prototipe sebuah jet tempur siluman pertama negara itu, yaitu J-20.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau