"First Kiss" Lebih Berkesan daripada "First Sex"?

Kompas.com - 10/01/2011, 18:49 WIB

KOMPAS.com - Seindah apapun malam pertama Anda di kamar hotel, atau sekonyol apapun pengalaman seks pertama tersebut, ternyata tak bisa mengalahkan kenangan tentang ciuman pertama.

Dalam bukunya, The Science of Kissing: What Our Lips Are Telling Us, Sheril Kirshenbaum mengatakan bahwa kebanyakan dari kita mampu mengingat 90 persen dari pengalaman ciuman pertama ketimbang saat pertama kali bercinta. Sebelum menulis buku ini, ia mengadakan suatu eksperimen untuk mengukur arus magnetik di otak pria dan wanita saat melihat gambar-gambar orang berciuman.

Momen berciuman itu ternyata lebih diapresiasi oleh para perempuan, meskipun tidak begitu mendapatkan kepuasan daripada yang diharapkan dari aktivitas tersebut. Sedangkan pria menganggap sesi bercumbu sebagai alat untuk mencapai tujuan, dan kemungkinan berlanjut dengan sesi yang lain.

"Perempuan mencoba melepaskan pentingnya hubungan hanya berdasarkan sekali ciuman, dan seringkali hal itu menimbulkan miskomunikasi," tutur Kirshenbaum.

Pria, di lain pihak, adalah pencumbu yang lebih agresif, dan mereka mencoba mengirimkan hormon testosteron kepada pasangannya. Testosteron yang ditransfer melalui sesi kecupan-kecupan kecil namun sering, akan bertahan dalam tubuh lebih lama. Hasilnya, perempuan bisa lebih cepat jatuh cinta  karenanya.

Meskipun demikian, remaja putri biasanya tidak begitu puas dengan yang diharapkannya saat berciuman. Repotnya, banyak pria yang tidak menyadari hal ini, demikian tulis peneliti dari University of Texas ini dalam bukunya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau