Diplomasi

Indonesia Optimistis Referendum Sudan

Kompas.com - 11/01/2011, 02:44 WIB

JUBA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia optimistis referendum Sudan Selatan yang sedang berlangsung hingga akhir pekan ini akan tetap kondusif. "Situasi dan kondisi terselenggaranya referendum Sudan Selatan ini akan kondusif hingga akhir. Kita optimis atas situasi ini," kata Duta Besar RI untuk Sudan Sujatmiko di Juba, Senin (10/1/2011) malam.      

Dubes Sujatmiko mewakili Pemerintah Indonesia memimpin tim pengamat Indonesia untuk referendum Sudan Selatan yang berlangsung 9-15 Januari 2011.      

Dubes Sujatmiko bersama timnya tampak aktif berkeliling ke sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di seputar Juba, ibu kota Sudan Selatan untuk memantau situasi dan jalannya referendum.      

Menurut Sujatmiko, suasana kondusif itu terlihat dari antusiasnya tutaan warga Sudan Selatan pemilik suara menggunakan hak pilihnya dengan tertib dan aman.     

Disebutkan, Indonesia akan mendukung  apa pun hasil referendum tersebut dan akan tetap menjalin hubungan baik dengan Sudan.      

Sujatmiko menambahkan bahwa hubungan RI dengan Sudan memiliki nilai historis yang panjang, bahkan jauh sebelum kedua negara meraih kemerdekaan. "Nilai historis tersebut tidak  akan memiliki arti apapun apabila kedua negara tidak berusaha keras untuk mengisinya dengan berbagai bidang kerja sama yang saling menguntungkan", ujarnya.        

Eratnya hubungan bilateral kedua negara ditandai dengan beragam kerja sama terutama di bidang ekonomi. "Kerja sama di bidang ekonomi, nilai perdagangan RI-Sudan cukup menggembirakan," katanya.        

Ia mencontohkan, nilai ekspor RI ke Sudan pada 2009 sekitar 65 juta dollar AS. Impor Indonesia dari Sudan didominasi oleh minyak  yang sebagian besar dihasilkan dari ladang minyak di Sudan Selatan," kata Sujatmiko.        

Dubes mengandaikan, bila  hasil referendum nanti akan mengarah ke lahirnya Sudan Selatan sebagai negara baru, Indonesia akan terus menggalakkan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan dengan kedua Sudan. Seperti dengan Sudan Utara, hubungan yang sama tentu juga akan dilakukan dengan Sudan Selatan, bukan hanya karena negara baru ini merupakan salah satu sumber impor minyak RI, tetapi juga karena memiliki potensi alam berlimpah yang dapat dimanfaatkan," ujarnya.      

Dubes Sujatmiko berharap stabilitas dan perdamaian yang hakiki dapat segera terwujud dan langgeng di seluruh Sudan. Perdamaian di seantero Sudan  dapat menopang terwujudnya kesejahteraan rakyat," paparnya.        

Dubes Sujatmiko juga optimistis bahwa perdamaian Sudan akan mendorong negara-negara barat, khususnya AS untuk segera menormalisasi hubungan baik dengan Sudan, mencabut sanksi ekonominya dan mengeluarkan Sudan dari daftar negara sponsor teroris.     

Tim pengamat dari Indonesia terdiri atas dua kelompok, yaitu di Juba, Sudan Selatan dan ibu kota Khatoum.     

Dubes Sujatmiko memimpin tim di Juba beranggotakan Kepala Fungsi Politik KBRI Khartoum , Mulyadi, dan staf KBRI, Suaib Tahir.      

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau