Oleh karena itu, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan dalam ”Toyota Early Media Gathering” di Jakarta, Senin (10/1), mengharapkan kebijakan dan iklim perekonomian tahun 2011 bisa kondusif bagi perkembangan industri otomotif.
”Jika tidak ada kebijakan yang membuat shock, prospek pasar otomotif tahun ini cukup mendukung bagi penjualan mobil,” kata Johnny.
Ia menjelaskan, pada 2010 penjualan Toyota dari pabrikan ke dealer mencapai 280.680 unit. Sementara penjualan ritel 280.711 unit dan ditambah Lexus sekitar 300 unit.
”Penjualan otomotif 2010 luar biasa. Tidak ada yang berpikir mencapai di atas 700.000 unit. Awal 2010 diperkirakan hanya 620.000 unit, kenyataannya penjualan secara wholesale (dari pabrikan ke dealer) diperkirakan 763.000 unit, sedangkan secara ritel (dari dealer ke konsumen) sekitar 740.000 unit,” tutur Johnny.
Cerahnya penjualan otomotif 2010 diakui oleh Direktur Pemasaran dan Pelayanan Purnajual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy.
”Penjualan Honda 2010 sangat baik mengingat peluncuran beberapa produk baru, antara lain Honda CR-V, Odyssey, dan Freed yang sukses,” kata Jonfis.
Total penjualan HPM di Indonesia tahun lalu mencapai 61.337 unit, atau naik 55 persen dibandingkan 2009, yang hanya 39.570 unit.
Terkait kebijakan pemerintah untuk membatasi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Johnny menyatakan, ia mendukung. Persoalannya justru pada kesiapan infrastruktur.
”Jika tidak disiapkan, pengemudi angkutan umum pelat kuning, seperti taksi, diam-diam bisa bekerja sambil beralih menjadi pedagang bensin,” ujar Johnny.
Adapun menurut Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra, selain pembatasan konsumsi BBM subsidi, tantangan terberat 2011 adalah juga penerapan pajak progresif dan aturan baru bea balik nama kendaraan bermotor.
”Tahun ini kebijakan pajak membuat pusing. Setiap daerah membuat kebijakan bea balik nama kendaraan sangat berbeda penerapannya. Begitu juga pajak progresif. Ada daerah yang menerapkan dengan besaran persentase berbeda-beda, tetapi ada pula yang tidak menerapkan,” kata Johnny.
Menurut Direktur Pemasaran TAM Joko Trisanyoto, apabila ada yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah, ataupun situasi eksternal dan internal perekonomian, penjualan otomotif 2011 minimal akan kembali pada angka penjualan tahun 2010, yakni 740.000 unit.