Lalu lintas

Inilah Alasan Mengapa Kemanggisan Macet

Kompas.com - 11/01/2011, 15:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Alih fungsi bangunan menjadi tempat usaha yang marak terjadi sejak sepuluh tahun terakhir di RT 05/07, Jalan Kemanggisan Raya, Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, mengakibatkan kemacetan parah kerap terjadi di kawasan tersebut.

Sejumlah warga berharap tempat usaha yang ada seperti, rumah makan, mini market, dan toko pakaian itu ditertibkan. Karena tak jarang, pengunjung dari sejumlah tempat usaha itu memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan, sehingga kemacetan kerap terjadi sepanjang 500 meter setiap hari.

Heruddin (40), pengendara mobil yang biasa melintasi kawasan tersebut mengatakan, untuk pulang ke rumahnya di Kebon Jeruk dulu dia hanya memakan waktu 15 menit. Namun, jarak yang tidak terlalu jauh itu sekarang bisa ditempuh hingga 30 menit.

“Lamanya waktu disebabkan mobil pengunjung yang memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan. Padahal jalan tersebut hanya dapat dilalui dua mobil,” ujarnya, Selasa (11/1/2011).

Menurutnya, kondisi semakin parah pada akhir pekan. Bahkan, akibat minimnya areal parkir yang hanya dapat memuat tiga mobil ditambah banyaknya remaja dan pemuda menggunakan mobil dan motor memanfaatkan lokasi tersebut sebagai tempat nongkrong, membuat setengah jalan yang ada digunakan sebagai tempat parkir.

Camat Palmerah, Hatoya, tidak menampik terdapatnya perubahan fungsi rumah tinggal jadi tempat usaha di wilayahnya. Namun mengingat untuk penangannya melibatkan banyak pihak, dia sudah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait seperti Sudin P2B, Sudin Tata Ruang, Satpol PP, dan Sudin Pariwisata.

“Memang jelas bangunan tersebut telah menyalahi aturan, yaitu rumah tinggal diubah jadi tempat usaha. Untuk tindak lanjutnya kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk segera diambil tindakan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini ada upaya untuk menertibkannya,” kata Hatoya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau