Keistimewaan yogyakarta

Kalau Pemerintah "Kekeuh", Ya Alot

Kompas.com - 11/01/2011, 16:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi II DPR RI, Agus Purnomo, mengatakan, DPR akan mengajak pemerintah untuk duduk bersama mendengarkan aspirasi masyarakat dalam proses pembahasan RUU Keistimewaan DI Yogyakarta.

Dengan demikian, DPR mengharapkan pengambilan keputusannya dapat segera tuntas jika pemerintah dan DPR sepaham dalam menerima masukan masyarakat. "Kayak dulu-dulu bisa selesai, tapi kalau pemerintah tetap kekeuh ya akan alot," ujar Agus di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Selasa (11/1/2011).

DPR berharap tuntas sesuai target penyelesaiannya pada Oktober mendatang tanpa voting. Saat ini, sejumlah langkah telah diagendakan. Pada 20 Januari, komisi akan membahas tindak lanjut Bamus DPR, dilanjutkan raker bersama Mendagri, Menhukham, dan DPD pada tanggal 26 Januari. Setelah itu, pada tanggal 2 Februari, dewan akan mulai menggelar rapat dengar pendapat umum untuk menerima masukan dari masyarakat setiap hari Rabu.

Politisi PKS ini mengatakan, komisi baru saja bertemu dengan unsur masyarakat dari Bantul mengenai RUU ini. Namun, belum ada perkembangan berarti karena DPR hanya akan mendengarkan dulu aspirasi masyarakat. Agus optimistis pengambilan keputusan selesai pada masa sidang ini.

Menurutnya, PKS, Gerindra, dan PDI-P sudah satu suara mendukung penetapan langsung Sultan Hamengku Buwono sebagai Gubernur DIY. "Yang alot soal jabatan. Tanah, tata ruang dan lain sudah sama," ujarnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau