Migas

Investasi Diprediksi 18,88 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 13/01/2011, 03:53 WIB

Jakarta, Kompas - Total nilai investasi wilayah kerja produksi dan eksplorasi minyak dan gas bumi 2011 diperkirakan 18,88 miliar dollar AS. Investasi itu diharapkan dapat menggenjot produksi minyak siap jual agar mencapai 970.000 barrel minyak per hari.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Humas dan Hubungan Kelembagaan Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Elan Biantoro, Rabu (12/1) di Jakarta.

Jumlah investasi wilayah kerja produksi dan eksplorasi 2011 itu lebih besar daripada 2010, yang berdasarkan perhitungan sementara hanya 14,41 miliar dollar AS.

Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas BP Migas Gede Pradnyana menambahkan, dari hasil kunjungan ke empat wilayah kerja yang berpengaruh besar terhadap produksi nasional awal Januari, ada beberapa kendala yang dihadapi kontraktor kontrak kerja sama. Beberapa kendala utama adalah tumpang tindih lahan, pengeboran, dan gangguan teknis.

Eksplorasi

Adapun biaya yang dikeluarkan untuk investasi di wilayah kerja eksplorasi tahun 2011 sebesar 3,16 miliar dollar AS, meningkat pesat dibandingkan 2010 yang hanya 1,32 miliar dollar AS. Dari total nilai investasi WK eksplorasi tahun ini, 75,91 persen di antaranya untuk kegiatan pengeboran.

”Biaya administrasi umum sebisa mungkin ditekan agar anggaran pengeboran bisa ditingkatkan,” kata Elan.

Selama ini anggaran untuk kegiatan eksplorasi migas sangat minim. Rendahnya nilai investasi untuk kegiatan eksplorasi itu dikhawatirkan berdampak pada penurunan produksi migas karena cadangan terbukti migas berkurang. ”Bagaimana mau meningkatkan produksi jika tidak ada eksplorasi untuk mengganti cadangan migas yang sudah dieksploitasi,” ujar Elan.

Realisasi pengeboran per 24 Desember 2010, dari target 933 sumur baru, terselesaikan 789 sumur, sisanya dibor tahun ini. Dari pengeboran baru, target produksi minyak 70.000 barrel minyak per hari, realisasinya 79.000 barrel.

Dari target 1.489 sumur bor ulang, terealisasi 1.251 sumur. Untuk 2011, BP Migas menargetkan pengembangan 836 sumur.

(EVY)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau