Kafe-kafe Liar di Bali Akan Ditertibkan

Kompas.com - 13/01/2011, 16:09 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Kafe-kafe liar belakangan ini marak bermunculan di Bali. Gubernur Bali Made Mangku Pastika akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk menertibkan kafe-kafe tersebut.

"Saya akan segera berkoordinasi dengan pemkab dan kota dalam menertibkan kafe 'remang-remang' yang sebagian besar dipastikan tidak berizin itu," katanya di Denpasar, Rabu (12/1/2011).

Pastika mengatakan bahwa kewenangan izin kafe dan sejenisnya ada di kabupaten/kota. Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pengusaha wilayah tersebut. Sebagai contoh adalah jejeran kafe-kafe yang ada di sepanjang Jalan Prof Dr Ida Bagus Mantra.

"Kami harapkan bupati dan wali kota se-Bali tidak takut untuk memberantas kafe 'remang-remang' tidak berizin tersebut," ujarnya.

Pastika berharap bupati/wali kota se-Bali tidak takut dengan tekanan oknum yang "membekingi" keberadaan kafe-kafe tersebut.

"Penegakan aturan harus dijalankan demi ketertiban dan keamanan Pulau Bali karena kehadiran kafe-kafe tersebut sampai meresahkan masyarakat," ujarnya.

"Tentu citra Pulau Dewata sebagai daerah tujuan wisata akan buruk di mata wisatawan," lanjutnya.

Menurut Pastika, perkelahian dan perampokan bahkan kekerasan rumah tangga banyak terjadi akhir-akhir ini. Hal tersebut merupakan dampak dari keberadaan kafe-kafe tersebut.

"Karena ulah minum-minuman keras di kafe sehingga tidak sadarkan diri, lalu mereka berkelahi dengan pengunjung lain. Ada juga akibat banyak utang di kafe atau memelihara cewek kafe itu mereka merampok, seperti yang terjadi di Karangasem," katanya.

Ketua Komisi I DPRD Bali Made Arjaya mengaku setuju dengan harapan Gubernur untuk menertibkan kafe liar dalam upaya menjaga keamanan Bali.

"Untuk penertibannya sepenuhnya kewenangan kabupaten/kota. Saya harapkan aparat dalam menindak kafe itu harus selektif. Artinya, kalau tidak berizin, harus ditindak tegas. Adapun yang berizin harus sesuai aturan seperti batas waktu bisa buka," kata Arjaya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau