Mandala airlines

Penumpang Pun Telantar di Singapura

Kompas.com - 13/01/2011, 17:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ditutupnya pengoperasian maskapai penerbangan PT Mandala Airlines sejak hari ini, Kamis (13/1/2011), juga berimbas pada telantarnya para penumpang pesawat Mandala dari Singapura menuju Indonesia.

"Tadi pagi puluhan calon penumpang Mandala Airlines tujuan Indonesia telantar di Bandara Changi Singapura. Beberapa penumpang kebingungan karena memiliki uang pas-pasan untuk ganti maskapai," ujar Bob Sulaeman, salah seorang penumpang yang mendatangi kantor pusat Mandala di Jalan Tomang Raya Kavling 33, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (13/1/2011).

Bob menceritakan, ia hendak pulang tadi pagi dari Singapura. Karena maskapai Mandala ditutup, ia terpaksa mengeluarkan uang tambahan untuk membeli tiket maskapai penerbangan lain.

"Kebetulan saya membawa uang lebih. Tapi, ada penumpang yang enggak punya uang lebih untuk ganti maskapai. Tadi ada calon penumpang dari Tapanuli terpaksa pinjam uang ke saya untuk pulang," ujar Bob.

Bob mengaku, kepergiannya ke Singapura untuk berlibur bersama keluarganya.

"Kami membeli tiket Mandala untuk pulang pergi Singapura-Indonesia senilai Rp 3.699.000 ditambah airport tax Rp 750.000," ujar Bob.

Pada saat berangkat ke Singapura, ia mengaku tak ada masalah dalam perjalanan. Namun, saat hendak kembali ke Jakarta ternyata penerbangan sudah ditutup.

"Kantor Mandala hanya mengimbau untuk telepon kantor pusat, tapi saat ditelepon nadanya sibuk," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau