Sudirman Park dan City Walk Harus Relakan Lahan untuk Flyover

Kompas.com - 13/01/2011, 17:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan dua jembatan layang (flyover) yakni Tanah Abang-Kampung Melayu dan Cipete-Blok M mau tak mau akan memakan badan jalan di beberapa tempat.

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DKI Jakarta pun sudah mewanti-wanti akan ada upaya pembebasan lahan di tempat-tempat yang menjadi titik naik (on ramp) maupun titik turun (off ramp) kedua flyover tersebut.

Untuk flyover Cipete-Blok M yang melalui Jalan Antasari, penggusuran lahan akan terjadi di sekitar Pasar Cipete. Lahan milik PD Pasar Jaya tersebut akan tergusur seluas 100 meter persegi. "Yang mendesak untuk dibebaskan adalah lahan sekitar 1000 meter persegi. Dan itu milik PD Pasar Jaya," ungkap Kepala Bidang Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DKI Jakarta, Novizal, Kamis (13/1/2011), dalam jumpa pers di kantor DPU DKI Jakarta.

Ia mengungkapkan penggusuran tersebut terpaksa harus dilakukan karena titik naik (on ramp) dan titik turun (off ramp) flyover Cipete-Blok M akan memakan satu jalur jalan eksisting di Jalan Cipete Raya. "Makanya, harus diganti disebelahnya. Nah, lahan disebelahnya itulah yang akan dibebaskan," ucap Novizal.

Selain flyover Cipete-Blok M, proyek flyover Tanah Abang-Kampung Melayu juga akan menggusur lahan di sekitar Jalan KH Mas Mansyur dan sekitar flyover Karet Sudirman. Untuk di KH Mas Mansyur, sebuah bengkel berukuran 5 x 20 meter akan terkena imbas pembangunan proyek ini.

"Satu lagi kalau nanti jalan layang turun di Mas Mansyur maka otomatis kendaraan akan berputar di jembatan Karet, pas dia putar baru tersedia satu lajur nah itu dia juga semacam kewajiban," ungkap Novizal.

Kepala DPU DKI Jakarta, Ery Basworo, menambahkan untuk pelebaran putaran jembatan Karet di seberang TPU Karet, sejumlah bangunan yang sudah ada seharusnya menyerahkan lahannya. Beberapa bangunan kelas atas pun, menurut Ery, harus merelakan tanahnya seperti City Walk dan Sudirman Park.

"Harusnya memang kewajiban mereka menyerahkan karena jalanannya yang satu ruasnya tidak sama dengan sampingnya jadi mempersempit ruas jalan," pungkas Ery.

Saat ini, diakui Ery, pihaknya tengah menginvetarisir lahan mana saja yang akan dibebaskan dan akan segera dilaporkan ke dinas terkait. Untuk upaya pembebasan sebagai akibat pembangunan dua flyover, Ery menjelaskan DPU DKI Jakarta mendapatkan anggaran dari APBD tahun 2011 senilai Rp 15 miliar. (Sabrina Asril)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau