PONTIANAK, KOMPAS.com — Banjir di Kota Singkawang membawa korban jiwa menyusul ditemukannya jasad Diki Sanjaya, siswa kelas 2 SD, di sebuah sungai dekat rumahnya di Setapuk Besar, Singkawang Utara.
Menurut Mulyono, ayah korban, saat dihubungi di Singkawang, Kamis (13/1/2011), sewaktu pulang dari bertani ia bertanya kepada sang istri, Eliza, mengenai keberadaan anak sulungnya itu.
Eliza mengatakan, Diki sudah meminta izin untuk ikut sang ayah ke ladang. "Saya bingung karena saya tidak membawa siapa-siapa pada waktu itu," kata Mulyono.
Dia mengatakan, kalau siang Diki bersama adiknya belajar mengaji di tempat pendidikan Al Quran.
Namun, sebelum masuk kelas, korban biasanya bermain bersama teman-temannya.
Ia memperkirakan, sebelum masuk, anaknya bermain kelereng bersama teman di halaman masjid depan TPA.
"Jadi, saya tidak menyimpan kekhawatiran terhadap keberadaan Diki sedikit pun kalau sampai terjadi apa-apa," katanya.
Namun, hingga menjelang maghrib, Diki tak kunjung pulang. Karena Diki belum menampakkan diri di rumah, Mulyono pun memanggil orang-orang untuk mencari Diki bersama polisi dan tim SAR.
Diki ditemukan Rabu malam sekitar pukul 21.00. Ia dikebumikan Kamis pukul 10.00.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang