Brasil

Longsor Tewaskan 257 Orang Saat Tidur

Kompas.com - 14/01/2011, 03:27 WIB

Rio de Janeiro, Kamis - Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah kota pegunungan di dekat Rio de Janeiro, Brasil, Rabu (12/1). Bencana itu langsung menewaskan sedikitnya 257 orang. Arus air dan lumpur menyapu kawasan itu serta menimbun banyak keluarga yang sedang tidur.

Para petugas penyelamat berharap bisa menyelamatkan puluhan orang yang masih hilang ketika operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) dilakukan kembali hari Kamis.

Hujan lebat juga menewaskan 13 orang di Negara Bagian Sao Paulo hari Selasa. Dengan demikian, jumlah korban tewas di bagian selatan Brasil itu menjadi 270 orang.

Lereng-lereng bukit dan tepian sungai di wilayah Serrana, yang terletak di sebelah utara Rio de Janeiro, dilanda curah hujan lebat. ”Hal itu mengakibatkan banjir yang menghancurkan rumah-rumah dan menewaskan banyak orang para Rabu dini hari,” kata seorang pejabat SAR.

Di Teresopolis yang paling buruk dilanda banjir, menurut sebuah badan perlindungan sipil setempat, sedikitnya 130 orang tewas. Ratusan anggota keluarga memadati kamar-kamar jenazah di kota itu hari Rabu malam, menanti untuk mengidentifikasi jenazah-jenazah.

Dalam rangka upaya penyelamatan, para petugas menggunakan mesin berat, sekop, dan tangan kosong, mencoba menemukan mereka yang masih hidup.

Di sebuah kota, petugas pemadam kebakaran menyelamatkan seorang pria berusia 25 tahun yang memeluk putranya yang berusia 6 bulan. Pria itu mencoba bertahan selama 15 jam dan keduanya dikeluarkan hidup-hidup. Istri pria itu dan ibu mertuanya dikhawatirkan tewas.

Petugas penyelamat hilang

Hujan lebat dan lumpur longsor menewaskan ratusan orang di seluruh Brasil setiap tahun, terutama saat musim panas Amerika Selatan. Kelompok yang paling parah terkena adalah kaum papa karena rumah gubuk mereka pada umumnya dibangun di lereng curam tanpa fondasi.

Di Teresopolis, 65 kilometer sebelah utara Rio de Janeiro, rumah dari batu bata dan kayu yang dibangun di lereng bukit tersapu banjir dan longsor.

Di kota Nova Friburgo, sedikitnya 107 orang tewas berdasarkan informasi dari Departemen Pertahanan Sipil Negara Bagian Rio de Janeiro. Di antara korban yang tewas adalah empat petugas pemadam kebakaran yang sedang melakukan upaya penyelamatan. Tiga petugas pemadam kebakaran lain hilang setelah mobil pemadam kebakaran mereka terkena lumpur longsor.

Presiden Brasil Dilma Rousseff menandatangani dekrit pemberian dana 460 juta dollar AS untuk kota-kota di Negara Bagian Rio dan Sao Paulo yang dilanda bencana. (AP/Reuters/DI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau