Barcelona, Rabu -
Aksi brilian Messi itu sekaligus menjawab kritik atau perdebatan soal siapa yang pantas mendapatkan Ballon d’Or. Sehari sebelumnya, Messi untuk kedua kalinya dianugerahi Ballon d’Or sebagai pemain terbaik dunia versi FIFA.
Dia menyisihkan dua rekannya di Barcelona, Xavi Hernandez dan Andres Iniesta. Perdebatan muncul dengan penilaian Xavi dan Iniesta dianggap lebih pantas karena, selain membantu Barcelona juara liga, mereka juga mengantarkan tim nasional Spanyol menjadi juara dunia.
”Saya rasa hari ini perdebatan siapa yang pantas mendapatkan Ballon d’Or itu sudah tuntas. Saya melihat dia (Messi) sudah pantas mendapatkannya lewat tiga gol yang dibuatnya dalam pertandingan ini,” kata pemain bek Barcelona, Daniel Alves.
Dalam pertandingan melawan Betis, Messi memang memperlihatkan dirinya sebagai seorang maestro. Determinasi, penguasaan bola, dan penyelesaian akhirnya sangat sempurna yang tak mampu dibendung pemain lawan. Dua gol Barcelona lainnya dicetak Pedro Rodriguez dan Seydou Keita. Dengan hasil ini, Betis harus bisa menang 6-0 di laga kedua jika ingin lolos ke semifinal.
Pada laga lainnya, juara bertahan Sevilla mampu bangkit dari ketertinggalan untuk memaksa hasil imbang 3-3 dengan tuan rumah Villarreal. Sevilla sempat tertinggal 1-3 sebelum akhirnya menyamakan kedudukan. Hasil ini sedikit menguntungkan Sevilla karena hanya butuh hasil imbang 0-0 di laga kedua untuk lolos ke semifinal.
Di Italia, pelatih Inter Milan Leonardo mampu menjaga tren positif timnya dengan mengalahkan Genoa, 3-2, di perdelapan final Piala Italia. Hasil ini merupakan kemenangan ketiga secara beruntun yang diraih Leonardo sejak mengambil alih Inter Milan dari pelatih sebelumnya, Rafael Benitez.
Tiga gol Inter masing-masing dicetak Samuel Eto’o pada menit ke-15 dan ke-43 serta McDonald Mariga pada menit ke-59. Adapun gol Genoa dibuat Houssine Kharja menit ke-54 dan Giuseppe Sculli menit ke-90. Pada laga lainnya, Palermo mengalahkan Chievo 1-0.