JAMBI, KOMPAS.com- Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Bernhard Panjaitan mengatakan, sejak beroperasinya empat jembatan timbang sudah 200 mobil bertonase lebih ditilang karena muatannya lebih dari 8 ton.
"Hingga tadi (kemarin) ada 200 mobil yang ditilang," kata Bernhard di kantor Gubernur Jambi, Kamis (13/1/2011) kemarin. Ke empat jembatan timbang yang mulai beroperasi itu berada di Sungaipenuh, Sarolangun, Muaratembesi (Batanghari) dan di Bukit Baling (Muarojambi).
Menurut dia, dalam penanganan kendaraan yang bertonase lebih tersebut pihaknya memberikan dua opsi kepada dua kendaraan. Salah satu opsinya adalah dengan meminta pengendara membongkar barang muatan yang melebihi tonase. Atau opsi lainnya dengan meminta kendaraan itu kembali ke daerah asalnya.
Kendaraan yang paling banyak ditilang adalah kendaraan pengangkut batu bara dan CPO.
Selain muatan berlebih, petuhas Dishun juga mendapati truk bermuatan kayu olahan yang kemudian diserahkan ke polisi.
Untuk diketahui, jalan-jalan lintas Sumatera di Jambi sudah lama dikeluhkan pengendara karena kerusakannya sangat parah. Truk-truk pengangkut sawit dan batubara yang muatannya berlebih selalu dituding sebagai penyebab kerusakan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang