JAKARTA, KOMPAS.com — Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta mengumumkan, Jembatan Kalibata yang berada tepat di atas Kali Ciliwung akan siap beroperasi pada Jumat (14/1/2011) ini. Pengoperasian jembatan ini diharapkan mampu mengatasi kemacetan yang sebelumnya sering terjadi saat Kali Ciliwung meluap.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Jembatan DPU DKI Jakarta, Novizal, Kamis (13/1/2011), seusai jumpa pers di kantor DPU DKI Jakarta. "Sore ini (kemarin) sudah siap, rambu dan marka jalan juga sudah siap semua. Mungkin orang lapangan belum berani buka karena harus koordinasi dengan instansi yang berwenang. Mungkin besok," ujar Novizal.
Ia menjelaskan, lamanya proyek Jembatan Kalibata ini disebabkan pihak PU tidak bisa bekerja secara simultan karena terbatas pada lahan yang sempit. Alhasil, proyek senilai Rp 38 miliar ini pun baru selesai dalam waktu dua tahun.
Meski sudah dinyatakan siap dioperasikan, jembatan sepanjang 500 meter ini direncanakan masih akan terus disempurnakan, salah satunya adalah dengan melakukan pelebaran. Akan tetapi, upaya tersebut terhambat masalah pembebasan lahan warga.
Hambatan pembebasan lahan, diakui Novizal, disebabkan banyak lahan warga yang sebenarnya tanah negara sehingga mereka tidak memiliki surat-surat resmi. "Berdasarkan peraturan, kalau tanah negara, tidak akan mendapatkan biaya ganti rugi," ungkap Novizal.
Namun, setelah tahun 2010, terdapat Peraturan Gubernur baru yang menyatakan bahwa tanah yang diakui milik warga tersebut mendapatkan ganti rugi senilai 25 persen dari NJOP. "Tapi kendalanya, mereka maunya 100 persen. Nah, itu yang akan kami bicarakan," ungkapnya.
"Kalau pembebasannya sudah selesai, kami lebarkan lagi karena yang sekarang sudah kita desain agar jembatan bisa dilebarkan, konstruksinya bisa disambung," kata Novizal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang