Ayu Azhari Akui Kewalahan Urus Anaknya

Kompas.com - 14/01/2011, 11:30 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktris Ayu Azhari akhirnya mengaku kalau dirinya kewalahan mengurusi buah hatinya, terutama Axel Gondokusumo (20), Sean Azad (15), dan Sulaiman Atiq (12).

"Sebenarnya masalah ini adalah membesarkan anak sendirian sebagai single parent. Persoalannya bukan sebulan atau dua bulan lalu, tapi sudah berkepanjangan bertahun-tahun," ujar Ayu Azhari, di kediamannya di Apartemen Simprug Teras, Kamis (13/1/2011).

Ayu Azhari pun tidak menampik bahwa dirinya kesusahan memenuhi kebutuhan anak, terutama dalam membesarkan Axel sendirian dari mulai hamil sampai membesarkannya. Hal itu dilakukannya seorang diri. Ayu harus menjadi ibu sekaligus ayah buatnya. 

Ayu mulai merasakan kewalahan ketika Axel mulai tumbuh remaja, terlebih selepas balik dari Australia. "Superiornya (Axel) mulai keluar," ucap Ayu Azhari.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua anak aktris Ayu Azhari, dari dua pernikahan sebelumnya, Axel dan Sean, meluncurkan somasi kepada ibunya berkait dengan tindakan kekerasan fisik dan mental serta penelantaran terhadap keduanya.

Hingga kini, konflik keduanya belum menemukan titik temu. Dalam pertemuan beberapa waktu lalu, Ayu sempat mengizinkan Sean, buah pernikahannya dengan Teemu Yusuf, untuk menyusul ayahnya ke Finlandia. Namun belakangan, sikap Ayu berubah. 

Dikatakan Dwi Ria Latifa, kuasa hukum yang mendampingi Sean, mengatakan, hingga saat ini paspornya masih belum diserahkan kepada anaknya. Ayu beralasan secara hukum hak asuh perwalian ada padanya. Kalaupun Teemu ingin mengajaknya tinggal di Finlandia, ia harus mengugurkan dulu hak perwalian yang telah ditetapkan oleh pihak pengadilan.  (Adiatmaputra Fajar Pratama)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau