Gawat! 7 dari 10 Pasangan Tak Sanggup Bercinta

Kompas.com - 14/01/2011, 11:34 WIB

KOMPAS.com — Anda sering merasa kelelahan sehingga tak sanggup lagi bercinta dengan suami? Sering merasa lega karena tak harus menunaikan kewajiban tersebut? Hm... Anda tak sendirian. Karena menurut penelitian, tujuh dari 10 pasangan ternyata juga terlalu lelah untuk berhubungan seks.

Lebih dari satu dari dua orang (jika dirata-rata) menolak ajakan pasangannya bulan sebelumnya karena mereka terlalu capek. Satu dari lima orang mengatakan "tidak" pada minggu yang berjalan saat ini. Kemudian dua pertiga dari 3.000 orang yang disurvei mengaku bahwa mereka hanya punya waktu dan energi untuk bercinta pada akhir pekan ketika mereka tidak perlu bangun pagi esoknya.

Penyebab dari keengganan untuk membangun intimasi ini, mungkin Anda sudah bisa menebaknya, yaitu jadwal kerja yang padat, kehidupan sosial yang harus dipenuhi, dan mengasuh anak.

"Setelah sepanjang hari bekerja, atau mengasuh anak dan keluarga, banyak orang yang merasa kecapekan dan tidak mampu melakukan apa-apa lagi kecuali tidur," kata Louise White dari Pharmaton Vitality Capsules. "Bukannya menikmati waktu berkualitas dengan pasangan di balik selimut, tampaknya banyak dari mereka yang ingin langsung tidur saja."

Para peneliti juga mendapati bahwa lebih dari separuh orang Inggris menolak berhubungan seks jika sudah lewat pukul 22.00. Seperempat dari mereka bahkan sudah menolak bila ajakan dilakukan pukul 21.00. Tidak mengherankan, dalam penelitian juga terungkap bahwa satu dari dua pasangan jadi berantem karena kurangnya hubungan seks, dan 17 persen dari mereka terpaksa berpisah karenanya.

Studi ini juga menunjukkan bahwa penolakan seks bukan satu-satunya gejala kelelahan. Hampir separuh dari responden membentak pasangannya, hanya karena kehabisan energi. Kemudian 39 persen mengatakan bahwa kelelahan membuat mereka mudah lupa, dan 38 persen yang lain membatalkan janjian dengan teman karena kelewat mengantuk. Kelelahan juga membuat orang Inggris banyak membuat kesalahan di kantor, menangis, atau sakit.

Rata-rata orang dewasa merasakan kelelahan fisik atau mental selama tiga hari dalam seminggu, dan lebih dari 7 persen yang mengaku kelelahan setiap hari. Untuk mendongkrak energi, 40 persen dari mereka minum teh atau kopi, 29 persen mencoba tidur-tidur ayam, lebih dari seperempatnya berolahraga, sementara 21 persen yang lain mengandalkan cokelat untuk mengatasinya!

Untunglah, enam dari 10 pasangan mengaku bahwa mereka harus melakukan upaya yang lebih besar untuk menemukan waktu bercinta.

Berikut adalah lima alasan terpopuler yang menyebabkan kelelahan:
1. Tidak tidur nyenyak 
2. Jam kerja yang panjang
3. Pasangan baru masuk ke kamar tidur setelah terlalu larut
4. Anak-anak membangunkan orangtuanya terlalu pagi, atau membuatnya terlambat bekerja
5. Kehidupan sosial yang padat

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau