Ketahanan pangan

Presiden Ajak Tanam Pangan di Rumah

Kompas.com - 14/01/2011, 14:40 WIB

SIDOARJO, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak masyarakat melakukan upaya ketahanan pangan keluarga melalui rumah hijau atau rumah pekarangan pangan.

"Ketahanan pangan keluarga juga ditingkatkan...melalui rumah hijau atau mungkin tepatnya rumah pekarangan pangan," kata Presiden Yudhoyono saat menghadiri pencanangan Gerakan Nasional Penanganan Anomali Iklim Petani Indonesia di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (14/1/2011).

Presiden mengaku di kediaman pribadinya di Cikeas ia juga menanam sejumlah tanaman pangan antara lain cabai, tomat, dan sejumlah sayur mayur.

Ia menjelaskan bahwa dengan menanam sejumlah bahan pangan sendiri maka dapat membantu kebutuhan keluarga di saat kondisi pangan tidak menentu.

Presiden juga mengatakan bahwa untuk mewujudkan rumah pekarangan pangan atau rumah hijau tidak diperlukan lahan luas.

Tanaman tersebut, kata Presiden, dapat ditanam dalam pot. Ia bahkan juga mengatakan jika beternak lele pun dapat dilakukan di lahan yang tidak terlalu luas.

Gerakan Nasional Penanganan Anomali Iklim itu menganjurkan agar anomali iklim yang tidak dapat dihindari jangan ditakuti namun diwaspadai dan siap siaga sehingga ketahanan pangan dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan.

Para petani dapat mengatasi dampak anomali iklim dengan empat cara yaitu membuat pola tanam padi-palawija-palawija, memanfaatkan embung air dengan pompanisasi, teknik budidaya melalui perendaman bibit dan memberikan bahan asam humus dengan bahan organik tinggi pada tanah.

Presiden Yudhoyono pada kesempatan itu didampingi oleh antara lain Ibu Ani Yudhoyono, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menteri BUMN Mustafa Abubakar dan juru bicara presiden Julian A Pasha.

Selain berdialog dengan para petani dan nelayan di Sidoarjo, Presiden juga melakukan telewicara dengan para petani dan pemerintah daerah Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Sumatra Utara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau