Rumah Berantakan Bisa Picu Sakit Jantung

Kompas.com - 14/01/2011, 15:15 WIB

Kompas.com - Memikirkan kondisi rumah yang berantakan, tumpukan cucian kotor, mobil yang harus masuk bengkel atau daftar tagihan yang perlu dibayar ternyata lebih menimbulkan stres dibandingkan dengan pekerjaan kantor. Para ahli bahkan menyebut stres domestik ini berbahaya bagi kesehatan jantung.

Para peneliti menemukan para pekerja yang juga dominan dalam mengerjakan tugas domestik, seperti mencuci, memasak atau berbelanja, memiliki tekanan darah lebih tinggi dibanding mereka yang pekerjaan domestiknya ditangani oleh pasangannya.

Penyebabnya bukan cuma karena banyaknya hal yang harus ditangani atau bagaimana menyelesaikannya, tapi lebih pada persepsi mereka dalam memandang tugas tersebut. Makin besar tanggung jawab yang diemban, makin tinggi level stresnya.

Penyebab kekhawatiran tertinggi, menurut 100 pria dan wanita yang terlihat dalam penelitian ini, adalah tugas membereskan rumah, memasak dan berbelanja. Di urutan selanjutnya adalah perawatan dan memperbaiki mobil, membayar tagihan dan menyiapkan anggaran belanja rumah tangga.

Meski sama-sama menyita perhatian, namun bagi para responden menilai mengasuh anak dan merawat binatang peliharaan tidak termasuk dalam penyebab naiknya tekanan darah.

Meski sudah terdapat ratusan studi yang meneliti kaitan antara stres di kantor dengan risiko penyakit jantung dan stroke, namun baru sedikit peneliti yang tertarik mendalami stres dalam urusan manajemen rumah tangga.

Dalam riset yang melibatkan 113 pria dan wanita yang bekerja full time ini terungkap, mereka yang memegang tanggung jawab besar di rumah, terutama kaum wanita, lebih beresiko tinggi menderita hipertensi.

Urusan pekerjaan rumah tangga meningkatkan angka sistolik hingga 4,4 mmHg, merawat kendaraan menaikkan 2,6 mmHg dan membayar tagihan berdampak pada naiknya 1,66 Hg tekanan darah.

Kendati studi sebelumnya menyebutkan aktivitas membersihkan rumah bisa berdampak positif untuk kebugaran tubuh, namun para peneliti dari University of Pisstburgh School of Medicine ini menilai pekerjaan membersihkan rumah secara rutin akan menambah stres yang disudah dialami di kantor.

Lambat laun hal ini bisa meningkatkan tekanan darah yang berdampak buruk pada jantung. "Persepsi mengenai besarnya tanggung jawab yang dipikul lebih membuat stres ketimbang waktu yang dihabiskan untuk mengerjakan tugas tersebut," kata peneliti menyimpulkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau