Greater jakarta

Presiden Seriusi Konsep Greater Jakarta

Kompas.com - 14/01/2011, 16:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengaku Pemerintah Provinsi Jakarta kini tengah menyeriusi konsep perluasan wilayah Jakarta atau yang disebut dengan The Greater Jakarta.

Beberapa hari lalu, menurut Prijanto, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pun sudah berbicara dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Secara resmi belum dibicarakan, tapi beberapa hari lalu sebenarnya Gubernur juga telah diajak bicara serius dengan Bapak Presiden," ungkap Prijanto, Jumat (14/1/2011), saat ditemui di kantornya, Balaikota DKI Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, lanjutnya, pemerintah provinsi belum memberikan masukan tentang konsep The Greater Jakarta yang dicetuskan Rektor Institut Teknologi Bandung Akhmaloka. Namun, ia mendukung penuh rencana perluasan ibu kota lantaran Jakarta sudah memiliki beban terlalu banyak.

"Bagi saya, itu bagus. Konsep Greater Jakarta itu akan memperluas dan akhirnya membagi fungsi-fungsi Jakarta. Kondisi saat ini, Jakarta sudah melebihi daya dukung," ujarnya.

Beban Jakarta yang tidak sesuai dengan daya dukunya pun akhirnya menciptakan kemacetan di berbagai penjuru kota. Untuk mengatasi kemacetan ini, menurut Prijanto, diperlukan biaya yang sangat besar sehingga perluasan wilayah untuk mengurangi kemacetan adalah salah satu solusinya.

Akan tetapi, ia mengingatkan, apabila perluasan wilayah Jakarta ini benar akan terjadi, sebaiknya tidak digunakan untuk mendirikan bangunan perguruan tinggi swasta yang sudah menjamur di kota ini. "Janganlah kalau ada lahan sedikit terus dibuat perguruan tinggi swasta, pascsasarjana apa," katanya.

Sebelumnya, Presiden SBY berharap Kota Jakarta bisa lebih luas dengan mengintegrasikan kota-kota di sekitar Jakarta, seperti Sukabumi, Cirebon, dan Purwakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau