JAKARTA, KOMPAS.com — Tiga pelajar tewas di tempat dan dua lainnya luka-luka dalam insiden yang melibatkan dua sepeda motor sesaat setelah rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lewat di Jalan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (14/1/2010) pukul 17.30.
Ketiga korban meninggal bernama Pandu (13), Taufik (13), dan Hardi (14). Mereka duduk berboncengan di satu sepeda motor Honda Super bernomor polisi B 4900 MP. Kendaraan yang mereka tumpangi menyalip motor yang dinaiki dua rekan mereka, Yogi dan Ilham. Nahas, motor mereka malah menabrak trotoar pemisah jalan. Akibatnya, motor terjatuh dan ketiganya terlempar hingga lima meter.
Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur Komisaris Sudarsono menjelaskan, kelima remaja yang masih berstatus siswa SMP Negeri 275 Jakarta Timur ini sebelumnya bermain futsal di sebuah lapangan dekat lokasi kecelakaan.
Dalam perjalanan kembali ke rumah masing-masing, mereka kebut-kebutan di jalan sehingga salah satu motor terjungkal. "Karena motor yang bertiga ini bergerak terlalu ke kanan, akhirnya mengenai trotoar dan jatuh," kata Komisaris Sudarsono.
Dua orang terpental sekitar lima meter dan satu lainnya di tempat kejadian. Ketiganya langsung tewas. Darah korban berceceran di lokasi kejadian. "Mereka berlima tidak pakai helm," kata Sudarsono.
Dia menambahkan, insiden itu tidak terkait dengan rombongan Presiden SBY. "Bukan karena iring-iringan Presiden. Itu kan sudah jauh," ujarnya.
Jenazah tiga pemuda malang ini kemudian diangkut ke Rumah Sakit Angkatan Udara Halim Perdana Kusuma. Adapun dua temannya dibawa ke Provost AU Halim Perdana Kusuma untuk memberikan keterangan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang