Kecelakaan lalu lintas

Tiga Pelajar Tewas karena Tak Berhelm

Kompas.com - 14/01/2011, 19:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Tiga pelajar tewas di tempat dan dua lainnya luka-luka dalam insiden yang melibatkan dua sepeda motor sesaat setelah rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lewat di Jalan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (14/1/2010) pukul 17.30.

Ketiga korban meninggal bernama Pandu (13), Taufik (13), dan Hardi (14). Mereka duduk berboncengan di satu sepeda motor Honda Super bernomor polisi B 4900 MP. Kendaraan yang mereka tumpangi menyalip motor yang dinaiki dua rekan mereka, Yogi dan Ilham. Nahas, motor mereka malah menabrak trotoar pemisah jalan. Akibatnya, motor terjatuh dan ketiganya terlempar hingga lima meter.

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur Komisaris Sudarsono menjelaskan, kelima remaja yang masih berstatus siswa SMP Negeri 275 Jakarta Timur ini sebelumnya bermain futsal di sebuah lapangan dekat lokasi kecelakaan.

Dalam perjalanan kembali ke rumah masing-masing, mereka kebut-kebutan di jalan sehingga salah satu motor terjungkal. "Karena motor yang bertiga ini bergerak terlalu ke kanan, akhirnya mengenai trotoar dan jatuh," kata Komisaris Sudarsono.

Dua orang terpental sekitar lima meter dan satu lainnya di tempat kejadian. Ketiganya langsung tewas. Darah korban berceceran di lokasi kejadian. "Mereka berlima tidak pakai helm," kata Sudarsono.

Dia menambahkan, insiden itu tidak terkait dengan rombongan Presiden SBY. "Bukan karena iring-iringan Presiden. Itu kan sudah jauh," ujarnya.

Jenazah tiga pemuda malang ini kemudian diangkut ke Rumah Sakit Angkatan Udara Halim Perdana Kusuma. Adapun dua temannya dibawa ke Provost AU Halim Perdana Kusuma untuk memberikan keterangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau