Perbankan

Bank Indonesia Segera Menaikkan BI Rate

Kompas.com - 15/01/2011, 04:02 WIB

Jakarta, Kompas - Bank Indonesia segera menaikkan suku bunga acuan atau BI rate. Kenaikan BI rate tersebut mempertimbangkan laju dan tekanan inflasi mendatang.

Gubernur BI Darmin Nasution mengemukakan hal itu kepada wartawan di Gedung BI, Jumat (14/1). ”Kami melihat bahwa tendensi inflasi akan terus datang. Kami sudah bersiap-siap mencari waktu yang pas menaikkan BI rate,” katanya.

Rapat Dewan Gubernur BI pada 5 Januari memutuskan mempertahankan BI rate 6,5 persen. Dengan demikian, selama 18 bulan, yakni sejak Agustus 2009, BI rate tetap berada di level ini.

Diakui Darmin, tekanan inflasi cenderung naik. Bahkan, cepat atau lambat akan menyentuh inflasi inti. Namun, BI percaya, pemerintah sudah mengambil langkah-langkah, terutama berkaitan dengan komoditas penting, yakni beras.

Inflasi tahun 2010 mencapai 6,96 persen. Beras menjadi komoditas dominan sebagai penyumbang inflasi tahun 2010 dengan andil 1,29 persen.

Di sisi lain, BI juga berhitung bahwa aliran modal asing yang masuk ke Indonesia masih akan terjadi. Oleh karena itu, BI akan memperhitungkan banyak hal, termasuk seberapa tinggi penguatan rupiah hingga Desember mendatang.

”Semua harus terukur sedemikian rupa sehingga perdagangan kita tidak dirugikan,” kata Darmin.

Nilai tukar negara lain di sekitar Indonesia juga diperhatikan, berikut hubungan Indonesia dengan mitra dagang utama. Untuk itu, BI akan melakukan bauran kebijakan.

”Misalnya, kombinasi BI rate naik tidak terlalu besar. Menaikkan porsi untuk menahan capital inflow. Kombinasinya banyak,” kata Darmin.

Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada Tony Prasetiantono berpendapat, jika inflasi bulan Januari 2011 di atas 0,5 persen, apalagi mendekati inflasi Januari 2010, yakni 0,84 persen, maka BI rate akan naik. ”Setidaknya, dari 6,5 persen menjadi 6,75 persen,” kata Tony.

Apabila ditambah sudden reversal (penarikan mendadak) sehingga cadangan devisa akan turun dari posisi terakhir 96,2 miliar dollar AS pada Desember 2010, kata Tony, BI rate layak naik menjadi 7 persen.

Menurut Tony, waktu yang tepat untuk menaikkan BI rate adalah awal Februari. ”Dengan demikian, BI perlu memantau perkembangan sampai akhir bulan Januari ini,” ujarnya.

Ekonom Citi, Johanna Chua, dalam siaran pers tentang hasil riset Citi Investment Research and Analysis menyebutkan, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 6,3-6,5 persen pada 2011-2012.

Soal inflasi 2011, Johanna Chua meningkatkan prediksinya, dari 6 persen menjadi 6,5 persen. (idr)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau