Timnas-u23

Seleksi Timnas U-23 Kembali Digelar

Kompas.com - 15/01/2011, 09:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Seleksi Tim Nasional U-23 kembali digelar, Sabtu (15/1/2011) pagi ini. Sebanyak 26 pemain mengikuti proses seleksi yang mulai digelar hari ini hingga 17 Januari mendatang.

Pemain terlihat tengah melakukan pemanasan dengan didampingi asisten pelatih Wolfgang Pikal dan Widodo C Putro. Dari 26 pemain tersebut, tiga pemain berposisi sebagai kiper, yakni Ali Barkah (Pelita Jaya), Dicky Jamalis (Semen Padang), dan Rifki Deython Mokodompit (Persita). Mereka berlatih dengan didampingi oleh pelatih kiper.

Selain pemain lokal, persaingan masuk ke dalam timnas U-23 juga diperebutkan salah satu pemain keturunan. Dia adalah Vincent Partoseobroto. Vincent merupakan pemain keturunan Indonesia-Belanda yang diundang oleh Badan Tim Nasional (BTN) mengikuti seleksi.

Sebagaimana diberitakan, proses seleksi ini merupakan seleksi terakhir untuk menentukan pemain timnas U-23. Pelatih Alfred Riedl mengaku sudah mengatongi 20 pemain dari dua seleksi sebelumnya. Riedl berarti hanya mencari lima pemain dari seleksi ini untuk melengkapi kuota 25 pemain yang akan diumumkan pada 17 Januari nanti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau