Kecelakaan

Dua Tewas di Kolam Renang

Kompas.com - 15/01/2011, 15:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Dua pembantu rumah tangga, Darti (19) dan Taufik Hidayat (19), ditemukan tewas di dasar kolam renang di Jalan Bangka IX Nomor 7 Jakarta Selatan. Keduanya diduga tak bisa berenang di kolam yang kedalamannya mencapai delapan meter itu.

Kedua PRT malang itu ditemukan tewas di kolam renang milik majikan Taufik, Danang Jaya (47). Taufik Hidayat asal Cilacap dan Darti asal Purbalingga dikenal dekat namun bukan pasangan suami istri. Darti sendiri menjadi PRT di rumah tetangga Danang, sementara Taufik menjadi PRT di rumah Danang.

Menurut informasi seorang warga di dekat rumah Danang, keduanya ditemukan meninggal sekitar pukul 11.00 WIB. "Entah bagaimana keduanya bisa tenggelam di kolam renang. Katanya saat itu majikannya sedang pergi, rumahnya kosong" kata warga yang tak mau disebutkan namanya ini.

Kolam renang yang menyebabkan Taufik dan Darti tewas berbentuk L dengan kedalaman 1,5 - 8 meter. Kolam renang ini diketahui sebagai tempat berlatih berenang majikan Taufik.

Sejauh ini, belum diketahu kapan persisnya kedua PRT itu meninggal dan apa persisnya penyebab keduanya di dalam kolam renang. Polisi dari Kepolisian Sektor Metro Mampang belum bisa memberikan keterangan karena masih menyelidiki.

Saat ini, jenazah keduanya sudah dibawa ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah di Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo untuk kepentingan otopsi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau