Bermain Ngotot di Kubangan Lumpur

Kompas.com - 17/01/2011, 03:51 WIB

Jakarta, Kompas - Semangat para pemain dari 15 tim peserta play off Liga Kompas Gramedia U-14 tak surut meskipun berlaga di lapangan yang menjadi kubangan lumpur setelah disiram hujan lebat. Para pemain belia itu bermain ngotot dan sering jatuh bangun berkubang lumpur.

Kondisi lapangan Pertamina di daerah Simprug, Jakarta, ini menguras tenaga para pemain karena aliran bola terhambat lumpur. Para pemain pun tidak bisa menerapkan formasi permainan karena terjebak dalam perebutan bola di lapangan tengah yang becek. Namun, produktivitas gol tetap cukup tinggi dengan 23 gol dari tujuh laga di Pool A, B, C, dan D. Pekan sebelumnya tercipta 26 gol.

Tim yang meraih kemenangan besar pada laga kedua play off ini adalah jawara Pul D, Bara Mega, setelah menundukkan Indonesia Muda, 7-0. Gol dicetak Yubi Taufikullah Detria, Renaldi, dan M Ridwan yang masing-masing menyumbangkan satu gol. Sementara Maryadi Ardianto dan Nana Sutisna masing-masing melesakkan dua gol.

Pul D hanya diisi tiga tim yang masing-masing bermain dua kali. Indonesia Muda sudah dipastikan tidak lolos play off karena pekan sebelumnya kalah 0-6 dari Putra Melati. Pekan depan, Bara Mega akan menjalani laga penentuan melawan Putra Melati yang sama-sama mengantongi nilai tiga.

Pemuncak Pul C, Cibinong Putra, juga menang besar dengan lima kali menjebol gawang Bitung Jaya tanpa balas. Gol cepat Prido Y pada menit ketujuh mengoyak konsentrasi pemain Bitung Jaya. Delapan menit kemudian, Asep Maulana mencetak gol kedua, diikuti gol ketiga dua menit berikutnya. Isa Mahendra menyumbangkan dua gol pengunci kemenangan.

Peringkat kedua Pul C, Andi Lala, meraih angka penuh dengan menang 2-1 atas Star Shadow. Dua gol Andi Lala diborong Aldi F yang pekan lalu mencetak hattrick. Cibinong Putra dan Andi Lala mengantongi poin enam dan pekan depan akan menjalani laga hidup mati.

Lebih besar

Peluang lolos Cibinong Putra lebih besar karena memiliki selisih gol delapan dan Andi Lala tiga. Jika ingin lolos, Andi Lala harus menang, sedangkan Cibinong Putra cukup menjaga hasil imbang.

Di Pul B, Mutiara Cempaka menjaga peluang lolos dengan mengalahkan Metro Depok, 1-0. Sementara UMS kehilangan peluang menempel Mutiara Cempaka setelah ditekuk Bintang Muda Senayan, 0-1. Kedua tim ini sama-sama mengumpulkan nilai tiga. Mutiara Cempaka mengantongi nilai enam dengan selisih gol tiga. Pekan depan, Mutiara Cempaka cukup menjaga hasil imbang lawan UMS untuk lolos.

Bersaing ketat

Persaingan ketat juga terjadi di Pul A antara Ricky Yacobi dan Laskar Muda. Kedua tim ini sama-sama menang 2-1 pada laga kedua setelah mengalahkan Indocement dan La Rose JNC.

”Kami senang bisa tampil di play off ini. Kami tidak mencari kemenangan, tetapi memberikan pengalaman bertanding bagi anak-anak,” ujar Pelatih Indocement Candra.

Kiper Indocement, Muhammad Nasrudin, tampil bagus dengan menggagalkan penalti pemain Ricky Yacobi. Ia dengan tepat membaca arah bola dan menangkap bola yang meluncur ke sisi kiri gawang.

”Saya mengamati gerakan kaki penendang dan arah bola untuk menentukan ke arah mana tendangan itu. Tebakan saya ternyata benar,” ujar Nasrudin.

Pekan depan Ricky Yacobi dan Laskar Muda yang sama-sama memiliki nilai enam akan menjalani laga hidup mati. Laskar Muda unggul selisih gol dua poin. Kemenangan adalah harga mati bagi Ricky Yacobi untuk lolos. (ANG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau