Cuaca

30 Rumah Hancur Diterjang Ombak

Kompas.com - 17/01/2011, 17:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ombak setinggi 2,5 meter merusak puluhan rumah warga Kampung Marunda Pulo, RT 03 RW 07, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Senin (17/1/2011). Akibatnya, sebanyak 30 kepala keluarga atau 152 jiwa mengungsi ke halaman Rusun Marunda.

Bahkan, dari 30 rumah warga yang rusak, 5 di antaranya telah rata dengan tanah. Kelima rumah tersebut diketahui milik Erti, Sanin, Asmawi, Roni, dan Asdi. Selain menghancurkan rumah, ombak juga telah memorak-porandakan 10 tambak kerang hijau yang selama ini jadi penopang ekonomi warga sekitar. Kencangnya ombak juga membuat dua kapal tanker bermuatan batubara terseret hingga 200 meter ke bibir pantai.

Untuk mengantisipasi ombak susulan, warga sudah mulai mengungsi. Sebagian warga pun mengamankan barang-barang miliknya di tengah reruntuhan rumah mereka yang nyaris roboh karena terjangan ombak.

Cecep (56), warga setempat, mengaku, datangnya ombak yang disertai angin kencang terjadi selama 30 menit. Bahkan, menurut Cecep, tinggi ombak mencapai atap rumah warga yang berada di Kampung Marunda Pulo. "Kejadiannya begitu mencekam, kayak mau ada tsunami yang datang. Kita pada kabur," kata Cecep kepada beritajakarta.com, Senin (17/1/2011).

Ketua RW 07 Aman Bogor mengatakan, ombak besar yang menghantam permukiman warga di RT 03 RW 07, Kampung Marunda Pulo, terjadi sekitar pukul 08.00.

Sementara itu, Wakil Camat Cilincing Dedi Tarmizi mengaku pihaknya telah melakukan pendataan terhadap rumah yang rusak. Warga yang rumahnya hancur kini telah diungsikan ke halaman Rusun Marunda, dengan menggunakan tenda darurat TNI dan Sudin Sosial Jakarta Utara.

"Selain bantuan berupa tenda, para pengungsi juga telah diberikan bantuan makanan dan obat-obatan dari puskesmas keliling yang datang ke lokasi pengungsian," kata Dedi.

Selain terjadi di Kampung Marunda Pulo, ombak besar juga terjadi di perairan Ancol. Sejumlah pegawai negeri sipil yang berkantor di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu harus menunda keberangkatannya ke Kepulauan Seribu. Selain puluhan kapal yang gagal berlayar, ombak besar juga menyebabkan ruas jalan di kawasan Marina tergenang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau