Arema Indonesia Dominasi Skuad Timnas U-23

Kompas.com - 17/01/2011, 18:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl, akhirnya mengumumkan 26 pemain yang akan memperkuat timnas U-23 Pra Olimpiade. Dari 26 pemain tersebut, Arema Indonesia menjadi klub yang paling banyak menyumbangkan pemain.

Riedl menentukan 26 pemain tersebut setelah menggelar seleksi dalam tiga gelombang yang dilaksanakan sejak tanggal 7 hingga 17 Januari. Dari 26 pemain tersebut, pemain-pemain Arema Indonesia mendominasi skuad.

Riedl memanggil empat pemain "Singo Edan" yakni Kurnia Meiga, Ahmad Farizi, Dendi Santoso, dan Yongki Aribowo. Kemudian Sriwijaya FC menyumbang tiga pemain yakni Oktovianus Maniani, Gunawan Dwi Cahyo, Rahmat Latif. Sementara klub-klub besar seperti Persipura Jayapura, Persija Jakarta, dan Persib Bandung, masing-masing menyumbang dua pemain.

Skuad Pra Olimpiade tidak hanya dihuni pemain lokal. Ruben Wuarbanaran menjadi satu-satunya pemain keturunan yang lolos seleksi. Kurnia Meiga dan kawan-kawan sendiri dijadwalkan akan langsung mengikuti pelatnas yang mulai digelar sejak Senin (24/1/2011). Di ajang Pra Olimpiade, Indonesia akan bertemu Turmenistan pada 23 Februari dan 9 Maret mendatang.

Berikut 26 pemain skuad Pra Olimpiade seperti yang dilansir di situs resmi PSSI:

Kurnia Meiga (Arema Indonesia), Arditani Ardiyasa (Persija), Muhamad Ridwan (Persita), Abdul Hamid Mony (Persiba), Safri Umi (Persiraja), Diaz Angga Putra (Persib), Ahmad Farizi (Arema Indonesia), Gunawan Dwi Cahyo (Sriwijaya FC ), Rahmat Latif (Sriwijaya FC), Fachrudin (PS Sleman), Septia Hadi (PSPS Pekanbaru), Oktovianus Maniani (Sriwijaya FC), Dendi Santoso (Arema Indonesia), Egi Melgiansyah (Pelita Jaya), Hendro Siswanto (Lamongan), Ramdani Lestaluhu (Persija), Nasuton Karubaba (Perseman), Engelberth Sani (Pelita Jaya), Johan Yoga (Persib), Rishadi Fauzi (Persita), Aris Alfiansyah (Persela), Titus Bonai (Persipura), Risky Novriansyah (Persijap), David Lali (Persipura), Yongki Ariwibowo (Arema), Ruben Warbanaran (masih dalam proses WNI dan Paspor Indonesia)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau