Korupsi

Bahasyim: Saya Dianggap Monster

Kompas.com - 17/01/2011, 19:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa Bahasyim Assifie, mantan pejabat di Direktorat Jenderal Pajak dan Bappenas, kembali membantah segala tuduhan jaksa penuntut umum terkait kasus korupsi dan pencucian uang yang menjeratnya. Bahasyim merasa dizalimi oleh para penegak hukum.

"Saya benar-benar dianggap monster sehingga harus dihukum atas kejahatan yang tidak pernah saya lakukan," ujar Bahasyim seusai mendengar tuntutan jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/1/2011).

Sebagai warga negara, Bahasyim mengaku menerima tuntutan jaksa, yakni hukuman 15 tahun penjara ditambah denda sebesar Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Atas tuntutan itu, dia akan menyampaikan bantahan dalam pembelaan (pleidoi) pribadi ataupun penasihat hukum.

Bahasyim merasa telah dihakimi terkait pemberitaan kepemilikan harta sebesar Rp 932 miliar. Menurut dia, hartanya tak lebih dari Rp 60 miliar. "Uang Rp 932 miliar itu adalah jumlah volume transaksi dan sumber keuangan dari yang itu-itu juga dari dana yang saya miliki," kata dia.

Bahasyim mengklaim hartanya sekitar Rp 60 miliar tersebut didapat dari cara yang halal. "Itu dari tetesan keringat di luar pekerjaan saya sebagai pegawai negeri sipil sejak 1972. Namun, derasnya pemberitaan tentang kasus Gayus Tambunan yang hartanya mencapai ratusan miliar rupiah berbuntut pada kedudukan saya dengan pangkat lebih tinggi di Ditjen Pajak," ujar Bahasyim.

"Apakah adil, saya tak ada kaitan dengan kasus mafia pajak harus dihukum dan disamakan dengan masalah itu. Keadaan ini menyebabkan kemurniaan hukum amat saya ragukan," lanjut Bahasyim.

Seperti diberitakan, jaksa menilai Bahasyim terbukti menerima uang sebesar Rp 1 miliar dari pengusaha Kartini Mulyadi saat menjabat sebagai Kepala Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak Jakarta Tujuh. Selain itu, menurut jaksa, Bahasyim juga terbukti melakukan pencucian uang seluruh hartanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau