Milana Diberondong 40 Soal Selama 12 Jam

Kompas.com - 17/01/2011, 23:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Milana Anggraeni, istri Gayus H Tambunan, kembali diperiksa di Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Senin (17/1/2011).

Setelah 12 jam diperiksa, Milana akhirnya keluar dari Mabes Polri, Jakarta, sekitar pukul 22.30. Sayangnya, Milana tidak menampakkan diri saat keluar dari gedung Bareskrim.

Kepergiannya terkesan sembunyi-sembunyi menghindari sorotan media. Kuasa hukumnya, Hotma Sitompul, mengatakan, kliennya diajukan 40 pertanyaan dari penyidik seputar pemalsuan paspor atas nama Sony Laksono yang digunakan suaminya ke luar negeri itu.

"Ya masih begitu saja. Tanya soal paspor, pengetahuan dia pembuatan paspor," kata Hotma di gedung Bareskrim, Senin. Hari ini, status Milana masih sebagai saksi dugaan pemalsuan paspor.

Ketika ditanya perihal status Milana, nada bicara Hotma agak meninggi. "Dia (Milana) ikut suami saja. Kalian jangan senang dong kalau jadi tersangka, sudah saya bilang, kalau ada yang mau desak dia (Milana) jadi tersangka, mudah-mudahan istrinya lawan suaminya," papar Hotma.

Hotma juga menepis dugaan bahwa ada oknum kuat di belakang Milana. "Enggak, itu enggak benar, itu kan sudah dibantah semua orang," katanya. Milana kemungkinan akan kembali diperiksa. Namun, kapan jadwal pemeriksaannya, Hotma belum dapat memastikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau