Mandala berhenti operasi

Direksi Mandala Mangkir Rapat dengan DPR

Kompas.com - 18/01/2011, 13:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com  — Pihak Mandala Airlines mangkir saat Komisi V DPR melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan beberapa maskapai penerbangan. Hal tersebut kemudian sempat menjadi perdebatan antaranggota di dalam ruang rapat.

"Mandala kenapa tidak hadir, esensi persoalan yang dialami Mandala, ini tidak derivatif, pembahasan kita dengan maskapai ini lazim. Sebenarnya substansi persoalan kan Mandala, jangan sampai merembet ke mana-mana," ujar anggota Komisi V Partai Demokrat, Michael Wattimena, saat rapat di ruang Komisi V DPR, Jakarta, Selasa(18/1/2011).

Menurut Michael, ketidakhadiran pihak Mandala Airlines harusnya dipikirkan matang-matang. Apakah mereka harus dipanggil ulang kembali, dijemput paksa atau langsung diberi sanksi. "Polemik sudah terjadi di lapangan. Hal-hal yang disampaikan ini biasa. Apa menurut pandangan kita terkait Mandala tidak ada relevansinya bertemu kepala dirut dan wadirut maskapai lainnya hari ini. Itu biasa kita lakukan setiap hari,"ujarnya.

Atas kritik tersebut, ketua sidang, Muhidin memutuskan pada akhir rapat nanti akan dikeluarkan keputusan akhir terkait mangkirnya Mandala Airlines. "Saya meminta pendalaman untuk mengambil sebuah keputusan, misalnya kita minta Menhub hadir, atau apa, harus ada kesimpulan, berdasarkan pendapat anggota pada pendalaman ini,"ujarnya.

Dengan adanya usulan itu, semua anggota Komisi V sepakat untuk mendengarkan pendapat-pendapat maskapai penerbangan terlebih dahulu untuk kemudian memutuskan nasib Mandala Airlines.

Dalam pertemuan tersebut hadir dirut dan wakil dirut maskapai penerbangan, seperti dari Lion Air, Merpati, Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Batavia Air, dan Air Asia. (Willy Widianto)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau