Atlet Wushu Cari Orangtua

Kompas.com - 18/01/2011, 14:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Atlet wushu Edgar Xavier (12), yang berhasil meraih juara dan memperoleh medali emas pada Kejuaraan Dunia Yunior Wushu tahun 2010, mendatangi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk meminta dukungan moril dan materiil.

Untuk menyampaikan harapannya tersebut, Edgar didampingi kedua orangtuanya datang ke Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Jakarta, Selasa, dan diterima Menteri Linda Amalia Sari Gumelar.

Dalam audiensi itu, Edgar yang didampingi orangtuanya berharap pemerintah bisa lebih memerhatikan olahraga wushu dan mencarikan orangtua asuh bagi Edgar. Orangtua asuh ini dimaksudkan untuk memberikan dukungan moril dan materiil bagi Edgar agar bisa terus menekuni olahraga wushu hingga ke tingkat Olimpiade.    

Menanggapi hal tersebut, Linda menyatakan akan mencoba memfasilitasi harapan Edgar kepada pihak swasta atau dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). "Kementerian kami tidak memiliki anggaran untuk itu. Namun, kami akan mengupayakan memfasilitasi keinginan Edgar kepada para pelaku usaha atau dunia swasta melalui alokasi dana CSR yang mereka miliki," katanya.

Menurut Linda, harapan Edgar harus bisa diakomodasi karena semangat luar biasa dari seorang anak untuk membela negara di bidang olahraga wushu.

Ditambah lagi, Edgar dinilai cukup berprestasi. Terbukti dia berhasil meraih juara pertama pada Kejuaraan Dunia Yunior Wushu yang diikuti 43 negara.

Edgar yang masih duduk di bangku kelas VI SD swasta itu berhasil menyisihkan Jepang dengan perbedaan nilai cukup tipis, yakni 0,1 poin. Edgar sendiri mengaku bercita-cita mengikuti Olimpiade Yunior Wushu dan bisa mengalahkan China.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau