Harga susu yang diterima peternak Boyolali antara Rp 2.700 dan Rp 3.000 per liter, tergantung kualitas susu. Sementara pembelian dari koperasi oleh industri pengolahan susu (IPS)
Haryono (47), peternak dari Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Selasa (18/1), menuturkan, dengan harga yang tetap, ia hanya bisa mengharapkan keuntungan dari sapi yang beranak. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan dua sapi yang masih bisa diperah, uang yang diterima tak mencukupi.
Dengan produksi susu dua sapi 18 liter per hari, ia menerima
Di Bandung dan Bandung Barat, kenaikan harga pakan ternak dalam sebulan ini pun memicu lonjakan biaya produksi peternak sapi perah hingga 30 persen.
Awaludin, (59), peternak sapi perah di Desa Pasirhalang, Cisarua, Bandung Barat, menuturkan, harga konsentrat sejak akhir tahun lalu naik dari Rp 1.000 menjadi Rp 1.800-Rp 2.000 per kg. Adapun harga pakan rumput yang semula Rp 200-Rp 400 menjadi Rp 600-Rp 800 per kg.
”Kini peternak tidak pikir keuntungan. Bisa bertahan saja bagus,” ujar Awaludin.
Asep Dahlan (58), peternak sapi perah di Pangalengan, Kabupaten Bandung, mengaku, tingginya harga pakan membebani peternak sapi perah. Biaya pemeliharaan empat sapi miliknya kini Rp 140.500 per hari. Jika ingin impas, harga beli susu dari koperasi seharusnya Rp 3.500 per liter. Namun, harga susu kini maksimal Rp 3.000 per liter.
Sekretaris Koperasi Unit Desa Cepogo, Boyolali, Sumyani mengemukakan, susu dari peternak hendaknya dihargai Rp 4.000 per liter. Selama ini, peternak mendapat keuntungan terkecil dari mata rantai industri susu di Indonesia.
Sri Kuncoro, Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, mengatakan, industri pengolahan susu memberi harga yang tidak terlalu tinggi untuk susu Jateng karena kualitasnya lebih rendah dibandingkan dengan susu Jatim dan Jawa Barat.
Ketua Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara Lembang, Dedi Setiadi, yang juga Ketua GKSI, mengakui bahwa pihaknya tidak dapat berbuat banyak karena harga beli ke peternak tergantung harga jual susu ke industri pengolahan susu.
General Manager GKSI Jawa Barat Yusup Munawar menyebutkan, berdasarkan data yang dirilis International Farm Comparison Network—lembaga riset persusuan internasional—harga susu di Indonesia terendah di Asia Tenggara. Ia mencontohkan, harga satu liter susu segar di Thailand sekitar Rp 4.370, Vietnam Rp 4.000, Filipina Rp 5.022, dan Malaysia Rp 5.400.(GAL/GRE)