213 Kedai di Medan Hangus Terbakar

Kompas.com - 19/01/2011, 05:18 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Kebakaran di Pasar Brayan dan Pasar Palapa, Jalan Yos Sudarso Medan, Sumatera Utara, Selasa (18/1/2011) malam, mengakibatkan 213 kedai di sana hangus tak tersisa.

Pada peristiwa kebakaran itu, tidak ada korban jiwa karena kedai tersebut dalam keadaan kosong dan pemiliknya pulang ke rumah. Menurut saksi mata warga Medan, Yudi (38), petugas pemadam kebakaran mengalami kesulitan karena mobilnya tidak bisa merapat ke lokasi kejadian.

Ratusan kedai di Pasar Palapa itu agak jauh masuk ke dalam pasar tradisional, sekitar 500 meter dari jalan raya. Sementara mobil yang akan menyemprotkan airnya tidak bisa terlalu merapat, mengingat api masih berkobar cukup tinggi menjilati bangunan kedai tersebut.

Untuk memadamkan api itu, menurut Yudi, sejumlah petugas pemadam kebakaran terpaksa berjalan kaki dengan membawa slang air ukuran besar masuk ke dalam pasar yang kelihatan gelap gulita itu.

"Petugas bekerja ekstra keras untuk memadamkan api yang sudah mulai kelihatan mengarah ke rumah-rumah penduduk berupa rumah dan toko yang tidak begitu jauh dari lokasi kebakaran tersebut," katanya.

Ia mengatakan, saat kejadian itu, sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Medan dan puluhan petugas diterjunkan.

Sementara itu, masyarakat berjejer di pinggiran Jalan Yos Sudarso Medan atau berada di bawah jalan layang untuk melihat kebakaran tersebut.

Mobil pemadam kebakaran yang keluar masuk di lokasi kebakaran juga mengalami kesulitan karena berjubelnya warga yang melihat peristiwa itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau