Tdl industri naik

Hipmi Bantah Pengusaha Manja

Kompas.com - 19/01/2011, 06:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua III (Bidang Perdagangan) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Harry Warganegara mengungkapkan bahwa pengusaha tidak manja terkait dengan kebijakan pelepasan capping (pembatasan) TDL untuk sektor industri. "Yang namanya pengusaha itu kan bukan (tidak) manja," tegasnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/1/2011).

Menurutnya, nature dari usaha perlu diketahui. Bahwa sisi mencari keuntungan menjadi dasar aktivitas pelaku usaha. "Kita kan namanya usaha penginnya untung. Jadi sebetulnya bukan manja, ya memang nature usaha begitu," ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa secara garis besar pelepasan capping TDL untuk industri ini tergantung dari mana sisi melihatnya. Kalau ini mau dilihat untuk mendukung target pembangunan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yakni pro-growth, pro job, pro-poor, dan pro environment, maka perlu ada perubahan dalam sistem capping yang mendukung pertumbuhan industri.

"Tinggal sekarang dilihat secara global, kita mau lihat apakah kita membutuhkan investasi masuk atau tumbuhnya usaha di sini. Kalau mau lihat tumbuhnya usaha di sini dengan tumbuhnya industri sini, berarti kan yang ditargetkan oleh Presiden SBY, pro environment, itu kan semua saling keterkaitan. Bagaimana ada opportunity job kalau tidak ada industri atau pelaku usaha, bagaimana bisa menurunkan angka kemiskinan kalau pengangguran tertinggi, ini kan keterkaitan," ungkapnya. (Srihandriatmo Malau)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau