JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk mengantisipasi kemacetan yang muncul saat berlangsungnya pembangunan Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta berencana memagari putaran balik atau u-turn yang terdapat tepat setelah flyover Karet. Tidak hanya itu, rencananya mulai pekan depan Dinas PU DKI juga akan memberlakukan Jalan Denpasar, Kuningan sebagai jalan alternatif.
Kepala Bidang Jembatan Dinas PU DKI, Novizal, mengatakan, sebetulnya sejak 17 Januari kemarin, pihaknya telah memindahkan u-turn setelah flyover Karet dari jarak 150 meter menjadi 100 meter. Pemindahan dilakukan lantaran terdapat pembangunan tiang pondasi JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang di lokasi u-turn sebelumnya.
“Ya, di lokasi putaran sebelumnya akan dibangun tiang pondasi jalan layang. Untuk itu kami pindahkan lokasi putarannya. Tapi, nyatanya hal itu masih menyebabkan kemacetan yang cukup signifikan,” ujar Novizal, Selasa (18/1/2011).
Dijelaskan Novizal, sebetulnya yang menyebabkan kemacetan kian parah bukan karena pemindahan lokasi u-turn, melainkan banyaknya kendaraan yang memotong langsung ke arah sisi gedung Sampoerna Strategic. Padahal, sesuai aturan, di lokasi itu tidak diperbolehkan langsung berbelok kiri.
Untuk itu, Dinas PU, dikatakan Novizal, berencana memagari putaran baru itu untuk mencegah kendaraan bermotor agar tidak lagi langsung berbelok kiri menuju Jalan Gatot Soebroto. Saat ini, sambung Novizal, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI agar sesegera mungkin menurunkan petugas di lapangan untuk menerapkan kebijakan tersebut.
Selain pemagaran u-turn Karet Tengsin, dijelaskan Novizal, pihaknya juga akan kembali membuka sejumlah jalan alternatif untuk mengurai kemacetan di sekitar lokasi proyek pembangunan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang, khususnya di kawasan Casablanca.
Selain Jalan Gatot Soebroto, Jalan Sultan Agung dan Jalan Imam Bonjol yang telah dijadikan sebagai jalan alternatif, pekan depan Jalan Denpasar juga akan dijadikan sebagai jalan alternatif. Nantinya, Jalan Denpasar akan dibuat tembus menuju Jalan HR Rasuna Said hingga Four Season Hotel.
“Jalan Denpasar terletak di belakang Kedutaan Besar Malaysia. Jalan ini harus dibuka agar terjadi pengalihan arus lalu lintas,” ungkapnya.
Nantinya, pengembang akan membayarkan lahan yang dibuatkan jalan tembus yakni dengan lebar 12 meter dan panjang 100 meter. Proses pembuatan jalan alternatif ini akan dipercepat setelah mendapat kesepakatan dengan pengembang dalam waktu dekat ini.
Koordinator Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, Kompol Indra Jafar mengatakan, ada lima penyebab kemacetan yang terjadi di kawasan Casablanca. Kelimanya yakni, volume kendaraan yang sangat banyak, adanya persimpangan serta penyempitan ruas jalan, adanya proyek jalan layang yang memanfaatkan sebagian bahu jalan, kurangnya petugas di lapangan serta ramainya penyeberang jalan di Mal Ambasador
“Kemacetan di Casablanca merupakan dampak dari pembangunan jalan layang. Karena itu, kami menyarankan pengendara kendaraan bermotor menggunakan jalan alternatif untuk menghindari kemacetan,” kata Indra Jafar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang