Edward Jenner, Bapak Vaksinasi

Kompas.com - 19/01/2011, 10:13 WIB

KOMPAS.com — Selayaknya dunia berterima kasih kepada Edward Jenner. Ilmuwan asal Inggris ini adalah orang pertama yang melakukan penelitian vaksinasi pada manusia untuk pencegahan cacar bopeng (smallpox).

Smallpox atau disebut juga variola merupakan penyakit yang menakutkan karena tingkat kematian dan kecacatan seumur hidupnya. Berkat vaksinasi yang dilakukannya tahun 1798, kini penyakit itu telah dieradikasi atau menghilang sejak 1976. Melalui penelitian dan publikasinya itu, Jenner diangkat sebagai bapak vaksinasi.

Tahun 1798 ia menerbitkan publikasi berjudul An Inquiry into the Causes and Effects of the Variolae Vaccinae. Kata vaccinae sendiri berarti of the cow, sedangkan asal kata vaccination adalah protection againts smallpox.

Di usia 13 tahun Jenner mengamati tangan para peternak dan pemerah susu yang tertular cacar sapi justru tidak terkena variola ketika terjadi wabah di desanya.

Tahun 1796, ketika Jenner menjadi dokter magang, ia mengambil cairan dari keropeng orang yang terkena cacar sapi, lalu menggoreskannya pada seorang anak berusia 8 tahun, Thomas Phipps. Hasilnya, ketika terjadi wabah, Thomas hanya mengalami demam dan ruam ringan.

Lima puluh tahun setelah Jenner menorehkan keropeng cacar pada keluarganya dan berhasil mencegah penyakit cacar, kematian karena cacar bopeng di Inggris menurun drastis, dari 23.000 pasien menjadi 5.000 pasien setahun, karena penemuan itu.

Pada tahun 1800 sekitar 100.000 orang di seluruh dunia telah mendapat vaksin smallpox. Pasca-Perang Dunia II, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah berhasil mengendalikan virus paling mematikan di dunia itu. Pada periode tersebut Amerika Utara, Eropa Selatan, dan beberapa wilayah lain bebas dari penyakit ini meski masih terjadi wabah di Afrika dan India.

Kemudian, secara intensif WHO melakukan vaksinasi ke semua negara sejak tahun 1967 sehingga cacar dapat dieradikasi dari muka bumi.

Cara yang disebut vaksinasi atau imunisasi ini kini menjadi salah satu metode intervensi kesehatan masyarakat modern untuk mencegah kesakitan dan kematian, terutama pada anak-anak, di seluruh dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau