Paspor palsu

Juga Ada Paspor Guyana Anak Gayus

Kompas.com - 19/01/2011, 14:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Selain dua gambar paspor Republik Guyana dengan foto mirip wajah terpidana korupsi pajak Gayus Tambunan dan istrinya, Milana Anggareni, ditemukan juga paspor milik anak Gayus.

Hal itu diungkapkan Direktur I Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Brigjen (pol) Agung Sabar Santoso usai menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) Polri di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Rabu (19/1/2011). "Jadi anaknya itu, istri, dan dia," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar ketika dikonfirmasi secara terpisah mengatakan, untuk sementara, hanya terdapat print out paspor Republik Guyana dengan foto mirip Gayus dan Milana.

"Nanti kami akan coba hasil pemeriksaan tim IT, akan coba saya tanyakan. Print out sementara adalah foto milik gayus dan istri," katanya.

Boy juga mengatakan, alat bukti berupa print out dua paspor dengan wajah Gayus dan Milana tersebut merupakan suatu hal yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan hanya semata permainan polisi.

"Itu hanya sebagian fakta yang ditemukan dalam penyidikan dan penyelidikan dalam pengembangan adanya paspor palsu," ujarnya.

Ketika ditanya apakah keberadaan paspor Guyana atas nama Yosep Morris dan Ann Morris yang fotonya mirip dengan Gayus dan Milana tersebut mengindikasikan upaya Gayus dan keluarga melarikan diri ke luar negeri, Boy menjawab, "Tentu kita bisa menilai kira-kira kalau orang punya paspor luar negeri itu maksudnya apa."

Pihak kepolisian, lanjut Boy, tengah berkoordinasi dengan kedutaan Guyana dalam mengembangkan bukti paspor tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau