Mahasiswa Baru Undip Wajib Tinggal di Rusunawa

Kompas.com - 19/01/2011, 16:33 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Rektor Universitas Diponegoro Semarang, Prof. Sudharto P. Hadi, mewajibkan mahasiswa baru tinggal di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang dimiliki perguruan tinggi itu. 

"Kami akan mewajibkan mahasiswa baru Undip untuk tinggal di rusunawa, terutama mahasiswa dari luar kota, setidaknya selama satu tahun pertama menjalani kuliah," katanya di Semarang, Selasa.

Tinggal di rusunawa, menurut dia, bisa menjalin keakraban mahasiswa satu dengan lainnya secara lebih baik, terutama mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas yang berbeda. Ia mengatakan, kondisi mahasiswa saat ini berbeda dengan dulu, terutama interaksi dan saling mengenal antara mahasiswa satu dengan lain, termasuk dengan mahasiswa lain fakultas.

"Kalau zaman saya (berkuliah, red.) dulu, mahasiswa pasti kenal dengan seluruh teman satu fakultasnya, bahkan dengan teman-teman lain yang berbeda fakultas, itu dulu," katanya. Akan tetapi, kata dia, mahasiswa sekarang belum tentu kenal dengan seluruh temannya yang satu fakultas, apalagi dengan teman lain yang kuliahnya berbeda jurusan dan fakultas.

"Mahasiswa sekarang, kalau tidak satu fakultas tidak banyak kenal, terkesan tak acuh satu sama lain. Bahkan, bisa jadi saya rektornya mereka belum tentu tahu," katanya seraya berkelakar. Karena itu, kata dia, pihaknya akan mewajibkan para mahasiswa baru untuk tinggal di asrama, namun memang tidak semuanya, mengingat keterbatasan kapasitas rusunawa yang dimiliki.

Sudharto yang juga pakar lingkungan itu menjelaskan, manfaat positif tinggal di rusunawa yakni munculnya kesetiakawanan di antara mahasiswa, sekaligus sebagai perekat komponen Undip. Ia menyebutkan, setidaknya ada sekitar 1.000 mahasiswa baru yang siap ditampung di rusunawa dalam penerimaan tahun ajaran ini, dan diutamakan mereka yang berasal dari luar daerah.

"Kami akan mempersiapkan berbagai fasilitas di rusunawa menghadapi penerimaan mahasiswa ini, setidaknya ada 1.000 mahasiswa di rusunawa. September 2011 ditargetkan semuanya siap," katanya.

Nantinya, kata Sudharto, jumlah mahasiswa yang diwajibkan tinggal di rusunawa akan ditambah, seiring dengan peningkatan kapasitas dan fasilitas yang dimiliki pada tahun ajaran mendatang. Undip saat ini memiliki tiga blok rusunawa, satu blok merupakan hibah dari Kementerian Perumahan Rakyat, sedangkan lainnya hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau