Mafia pajak

Ical: Akhirnya Kebenaran Terungkap

Kompas.com - 19/01/2011, 17:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Juru Bicara Ketua Umum Partai Golkar Aburizal "Ical" Bakrie, Lalu Mara, mengatakan, pengakuan Gayus HP Tambunan seusai vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menunjukkan bahwa apa yang selama ini dituduhkan kepadanya tidak benar.

Dalam pernyataannya, Gayus mengatakan bahwa Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum telah menggiring kasusnya ke ranah politik. Gayus mengaku tak pernah menyebut sumber uang di safe deposit box sebesar Rp 50 miliar berasal dari tiga perusahaan grup Bakrie. Gayus mengatakan, pernyataan itu berasal dari Satgas.

Menurut Lalu, sejak awal Ical merasa ada skenario untuk membunuh karakternya. "Tuhan telah menunjukkan yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Kedua, semoga Tuhan mengampuni para juru fitnah yang telah memfitnah Pak Ical dengan luar biasa. Ini upaya pembunuhan karakter sebagai pribadi maupun sebagai pimpinan partai politik," kata Lalu kepada Kompas.com, Rabu (19/1/2011).

"Kepada para juru fitnah, segeralah bertobat. Mumpung ada waktu," lanjut Lalu.

Sejak awal dikaitkan dengan kasus ini, kata Lalu, Ical sudah menyatakan bahwa ada desain politik untuk menjatuhkan kredibilitasnya. Ke depan, ia berharap persaingan politik lebih baik mengedepankan pertukaran ide dan gagasan, dengan tujuan membangun bangsa yang lebih baik. "Bukan saling fitnah dan saling menjatuhkan," kata Lalu.

Apakah juru fitnah yang dimaksud adalah Satgas Pemberantasan Mafia Hukum? Lalu tak menjawab tegas. "Soal Satgas, fakta sudah menunjukkan, kebohongan ditutupi dengan cara apa pun akan terungkap. Sejak awal Pak Ical mengatakan bahwa tidak benar ada pertemuan di Bali," katanya.

Gayus, dalam pernyataannya, juga mengatakan bahwa dirinya tidak bertemu siapa pun di Bali. Ia bertolak ke Bali awal November lalu bersama istrinya, Milana Anggraeni. Gayus bahkan menuding Sekretaris Satgas Denny Indrayana telah mengintimidasi untuk berkata jujur, siapa yang ditemui di Bali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau