Jakarta, Kompas
Hal ini disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Rabu (19/1), seusai mengalungkan medali kepada para pemenang lomba memanah antarsatuan di Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Panahan Indonesia (Perpani)
Titiek Soeharto mengatakan, Perpani sebagai pihak yang beruntung dengan adanya jalur-jalur baru untuk mencari atlet panahan.
Andi mengatakan, dengan adanya bekal berupa ketangkasan yang dimiliki prajurit, itu sudah menjadi modal dasar yang kuat. ”Makanya, bagi pemenang, ada hadiah busur standar pelatnas juga. Dan ini, mereka juga sudah diincar oleh Perpani,” kata Andi sambil menunjuk ke arah Titiek Soeharto.
Menurut Titiek, dengan latihan hanya lebih kurang empat bulan, hasil yang diperoleh dari pertandingan sudah jauh dari memuaskan. Untuk pembinaan lebih lanjut, para prajurit yang dilatih panah itu harus sering diikutkan kompetisi. ”Kalau skornya sudah memenuhi, bisa dibawa keluar negeri,” katanya.
Komandan Jenderal Kopassus Mayjen Lodewijk F Paulus mengatakan, tujuan diadakan lomba ini memang untuk mencari bibit atlet. Ke depan, Kopassus akan mengadakan lomba yang sifatnya terbuka dan atlet-atlet yang ada akan diserahkan ke pengurus