Panahan

Menpora: TNI Bisa Jadi Bibit Atlet

Kompas.com - 20/01/2011, 03:11 WIB

Jakarta, Kompas - Tentara Nasional Indonesia bisa menjadi basis untuk mencari atlet panahan baru. Namun, untuk pembinaan lebih lanjut, para prajurit tersebut harus ikut berbagai kompetisi.

Hal ini disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Rabu (19/1), seusai mengalungkan medali kepada para pemenang lomba memanah antarsatuan di Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Panahan Indonesia (Perpani)

Titiek Soeharto mengatakan, Perpani sebagai pihak yang beruntung dengan adanya jalur-jalur baru untuk mencari atlet panahan.

Andi mengatakan, dengan adanya bekal berupa ketangkasan yang dimiliki prajurit, itu sudah menjadi modal dasar yang kuat. ”Makanya, bagi pemenang, ada hadiah busur standar pelatnas juga. Dan ini, mereka juga sudah diincar oleh Perpani,” kata Andi sambil menunjuk ke arah Titiek Soeharto.

Menurut Titiek, dengan latihan hanya lebih kurang empat bulan, hasil yang diperoleh dari pertandingan sudah jauh dari memuaskan. Untuk pembinaan lebih lanjut, para prajurit yang dilatih panah itu harus sering diikutkan kompetisi. ”Kalau skornya sudah memenuhi, bisa dibawa keluar negeri,” katanya.

Komandan Jenderal Kopassus Mayjen Lodewijk F Paulus mengatakan, tujuan diadakan lomba ini memang untuk mencari bibit atlet. Ke depan, Kopassus akan mengadakan lomba yang sifatnya terbuka dan atlet-atlet yang ada akan diserahkan ke pengurus daerah. ”Mereka memang asalnya prajurit-prajurit yang jago nembak. Selama empat lima bulan ini kita latih terus setiap hari,” ujar Lodewijk. (EDN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau