Berhenti operasi

Kartika Air Lebih Dahulu dari Mandala

Kompas.com - 20/01/2011, 09:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain Mandala Airlines, ternyata ada maskapai berjadwal lain yang telah menghentikan operasi penerbangan. Bahkan Kartika Airlines telah stop melayani penumpang pesawat sejak Juni 2010 lalu.

Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan, pemerintah telah memberikan kesempatan kepada Kartika untuk memperkuat permodalannya agar bisa beroperasi kembali. "Kita memberi kesempatan Kartika untuk mencari mitra agar bisa memdapatkan modal dengan baik," kata Freddy di Jakarta, Rabu (19/1/2011).

Direktur Angkutan Udara Kemenhub, Edward Alexander Silooy mengatakan, Kartika menghentikan penerbangan pada Juni 2010 lalu. "Izin rute dan AOC (Air Operator Certificate) sudah dicabut, kalau hingga Juli nanti tidak beroperasi maka SIUP (Surat Izin Usaha Penerbangan) akan dicabut juga," tegas Silooy.

Data yang yang didapatkan dari Kementerian Perhubungan PT. Kartika sudah tidak operasi sejak Juni 2010.

Maskapai yang bermarkas di Batam tersebut melayani lima sekotor rute domestik yaitu Jakarta-Batam, Batam - Medan, Palembang, Jambi dan Padang dengan dua unit pesawat yaitu satu Boeing 737-200 dan MD 82.

Saat beroperasi, Kartika mengangkut sebanyak 441.672 orang dan kargo 1.663 ton pada 2009. Tahun 2010 (per Juni) mengangkut sebanyak 105.355 pax dan 1 ton barang.

Pada 10 Januari 2011 Kartika memberitahukan bahwa akan beroperasi kembali pada tgl 1 April 2011. Tetapi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, pada 14 Januari 2011 mencabut rute-rute Kartika. Saat ini Kartika tidak punya pesawat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau