Sidang kabinet

'Nasib' Papua dan Sultra Disoroti SBY

Kompas.com - 20/01/2011, 15:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menaruh perhatian terhadap rencana pembangunan provinsi Papua, Papua Barat, dan Sulawesi Tenggara (Sultra). Hari ini (Kamis, 20/1/2011), Presiden dan jajaran kabinet Indonesia Bersatu II melangsungkan rapat kabinet membahas hal tersebut.

Dalam pengantar rapat yang berlangsung di Kantor Presiden Jakarta, Kamis siang, Presiden mengatakan anggaran pembangunan bagi Papua dan Papua Barat semakin meningkat setiap tahunnya. Diharapkan pembangunan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai melalui perencanaan yang baik, dan bukan semata-mata anggaran yang besar.

"Saya hanya ingin katakan bahwa angka itu bertambah besar, karena itu harus betul efektif. Kita patut dengar apa yang disampaikan tiga gubernur bahwa rencana daerah yang harus kita dukung dengan harapan sinergi berjalan dengan baik," kata Presiden.

Kepala Negara mengatakan, saat mengunjungi Wasior beberapa waktu lalu, sempat berdiskusi dengan Gubernur Papua Barnabas Suebu, Gubernur Papua Barat Abraham O Attaruti dan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam mengenai pembangunan di daerah masing-masing.

Menindaklanjuti diskusi tersebut, masih menurut Kepala Negara, maka ketiga Gubernur diminta untuk mempresentasikan rencana pengembangan daerahnya dalam sidang kabinet sehingga bisa dipahami oleh menteri-menteri terkait dan mendapat dukungan perencanaan serta implementasi yang baik.

"Ada baiknya yang menjadi rencana mereka itu kita sukseskan. Ternyata keberhasilan pembangunan ekonomi bukan hanya tergantung pada anggaran pembangunan tapi banyak faktor seperti konsep, kolaborasi, kerja efektif dan sebagainya. Itulah yang kita ingin lakukan ke depan agar banyak yang dicapai," kata Presiden.

Presiden mencontohkan pada 2009, Papua Barat mendapat anggaran Rp7,16 triliun, Papua Rp16,5 triliun ini sama dengan 23,6 triliun sedangkan angka penerimaan dari freeport Rp10,2 triliun, sehingga pemerintah anggarakan tambahaan sebanyak Rp6 triliun.

"Pada 2010, penerimaan dari Freeport Rp14,4 triliun, spending Papua Barat Rp8,1 triliun, Papua Rp19,8 triliun itu lompatan tinggi," katanya. Oleh karena itu Presiden meminta agar anggaran tersebut digunakan melalui perencanaan dan implementasi pembangunan yang tepat.

Kepala Negara juga meminta para menteri untuk menindaklanjuti rencana pembangunan yang disampaikan ketiga gubernur tersebut sehingga pembangunan di daerah bisa berlangsung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau