Thailand

Serangan Mematikan Tewaskan Empat Serdadu

Kompas.com - 20/01/2011, 21:36 WIB

KOMPAS.com — Serangan itu seperti terorganisasi. Sekitar 40 orang bersenjata menyerbu kamp tentara di Provinsi Narathiwat, Thailand bagian selatan. Alhasil, empat serdadu Thailand tewas. Begitu pernyataan juru bicara Negeri Gajah Putih terkait dengan insiden mematikan tersebut, sebagaimana warta AP dan AFP pada Kamis (20/1/2011).

Menurut militer tersebut, kelompok separatis Islam acap melakukan serangan di tiga provinsi berpenduduk mayoritas Islam di situ. Namun, serangan biasanya berupa bom pinggir jalan atau penembakan dari kendaraan.

Sejak tahun 2004 sudah lebih dari 4.300 orang yang menjadi korban dalam konflik di Thailand selatan yang berkecamuk lagi setelah bertahun-tahun tenang. Angkatan Bersenjata Thailand mengatakan, dalam serangan kali ini, para pemberontak menyerang basis militer itu dari depan dan belakang. Angkatan Darat Thailand mengerahkan 60.000 pasukan di Thailand selatan untuk memerangi pemberontakan ini.

Beberapa analisis menunjukkan bahwa kelompok-kelompok pemberontak itu tidak banyak diketahui, tetapi diperkirakan beroperasi dalam sel-sel mandiri yang terdiri dari beberapa orang tanpa hierarki kepemimpinan yang kuat. Serangan kali ini menunjukkan tingkat koordinasi yang jauh lebih besar daripada serangan-serangan sebelumnya.

Para pemberontak ini menuntut otonomi untuk kawasan yang secara historis disebut Pattani, yang dianeksasi oleh Kerajaan Thailand sekitar seabad yang lalu. Kelompok-kelompok ini diperkirakan tidak mempunyai hubungan dengan kelompok ekstremis regional ataupun global.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau