Mafia pajak

Polisi Cuma Usut 44 dari 151 Klien Gayus

Kompas.com - 21/01/2011, 07:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Polri hingga kini masih mendalami 44 dokumen terkait perusahaan wajib pajak yang menjadi "klien" Gayus H Tambunan saat dia menjadi petugas banding dan keberatan Direktorat Jenderal Pajak.

Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komjen (Pol) Ito Sumardi mengatakan, penelusuran dokumen tersebut bekerjasama dengan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Direktorat Jenderal Pajak.

"Kami sudah bersama-sama dengan PPNS pajak meneliti wajib pajak yang diduga. Itu mungkin ada yang perlu didalami. Nah, ada masalah dan sebagaimana kami ketahui dari 151 saat ini menurut data-data itu yang perlu didalami hanya 44," katanya usai menghadiri rapat pimpinan Polri di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Kamis (20/1/2011) petang.

Seperti diberitakan, Kepolisian semula mengklaim pegang 151 dokumen perusahaan yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Pajak Kementrian Keuangan.

Dokumen-dokumen awal yang diperoleh tersebut belum dapat melihat ada tidaknya hubungan khusus antara Gayus dengan pihak perusahaan wajib pajak yang ditanganinya.

Oleh karena itu pihak Kepolisian meminta dokumen tambahan. Menurut Ito, dokumen yang kurang adalah yang berkaitan dengan potensi pelanggaran pajak berdasarkan ketentuan Undang-undang perpajakan. "Kalau memang itu sudah sesuai ketentuan, saya kira itu tidak harus disidik, kan?" katanya.

Pihak Direktorat Jenderal Pajak, kata Ito, bersedia menyerahkan semua dokumen yang dibutuhkan Polri. "Justru data yang dibutuhkan itu sekarang difasilitasi oleh Ditjen Pajak sendiri," katanya dalam kesempatan berbeda di hari yang sama.

Sebelumnya, Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes (Pol) Boy Rafli Amar mengatakan hal senada. Polisi membutuhkan tambahan dokumen berupa salinan keberatan dan memori banding perusahaan.

Dari 44 perusahaan yang menjadi fokus penyelidikan, kata Boy, akan lebih difokuskan lagi pada perusahaan-perusahaan yang menang dalam pengadilan pajak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau