Bayi Hilang Ditemukan Setelah 23 Tahun

Kompas.com - 21/01/2011, 11:27 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Mungkin ini yang disebut keajaiban! Kedengarannya seperti kisah di film saja. Seorang perempuan 23 tahun yang direnggut dari sebuah rumah sakit ketika masih bayi kembali kepada orangtuanya setelah ia curiga tentang perempuan yang membesarkan dirinya.

Carlina White, nama si anak hilang itu, baru berusia 19 hari ketika ia diculik dari Harlem Hospital pada 4 Agustus 1987 oleh seorang perempuan yang menyamar sebagai perawat. Ia kini mulai terbiasa dengan kehidupan barunya. "Saya sangat bahagia, tetapi pada saat yang sama ada perasaan aneh karena segala sesuatunya baru. Ini seperti dilahirkan kembali," katanya sebagaimana dikutip Telegraph, Kamis (20/1/2011).

Seorang pengguna narkoba yang menjadi tersangka dengan nama asli Pettway telah membesarkan White, kebanyakan di Bridgeport, Connecticut, sekitar dua jam dari New York. Pettway sekarang diperiksa FBI terkait dengan kasus penculikan itu. White, yang dibesarkan dengan nama Nedra Nance, mengatakan kepada keluarganya bahwa dirinya sering dipukuli ketika masih kanak-kanak. Ketika remaja, ia mulai curiga dengan "ibu"-nya, terutama ketika si "ibu" menolak untuk menyerahkan akta kelahiran saat dia ingin mendapatkan surat izin mengemudi.

Ketika keraguan White dikonfrontasi, Pettway akhirnya mengaku bahwa dia bukan ibu kandung White. Akan tetapi, dia menceritakan kisah yang bertentangan, termasuk bahwa ibu kandungnya seorang pecandu narkoba dan telah meninggal dunia karena AIDS. White, menurut Pettway, telah diserahkan ibunya kepadanya.

"Saya selalu mencari hal-hal yang menjadi kesamaan kami, tapi saya tak punya kesamaan dengan dia," kata White. Ia menambahkan, dirinya akhirnya menyadari bahwa ia tidak punya kemiripan fisik dengan Pettway.

Setelah pindah ke Atlanta bersama putrinya yang berusia enam tahun, Desember lalu White menelepon National Centre for Missing and Exploited Children (Pusat Nasional untuk Anak Hilang dan Tereksploitasi) dan mengatakan, "Saya merasa sepertinya saya tidak tahu siapa saya."

Para penyidik, yang akrab dengan kasus terpanjang yang belum terpecahkan di daftar mereka, menunjukkan foto-foto White sebelum diculik, kemudian dicocokkan dengan foto-foto diri White ketika masih bayi, yang diambil oleh "keluarga"-nya.

Ibu kandungnya, Joy White, yang tak pernah memindahkan gambar putrinya dari lemari riasnya, dihubungi pada 5 Januari. Joy yang baru berusia 16 tahun ketika putrinya lahir diberi kabar yang membenarkan keyakinannya selama 23 tahun ini bahwa bayinya masih hidup. Setelah melihat foto putrinya yang telah tumbuh dewasa, ia bilang, "Saya langsung tahu itu adalah dia. Saya sedang bekerja ketika itu. Saya menjerit dan menangis, lalu lari ke lantai bawah." Sebuah tes DNA segera menegaskan bahwa Carlina White adalah putrinya.

Carl Tyson, ayah Carlina, yang telah terpisah dari ibunya beberapa tahun lalu, secara kebetulan telah menghubungi pusat anak-anak hilang untuk memberitahukan alamat terbarunya. Dia menjadi bagian dari reuni keluarga itu di Bandara La Guardia, New York, Sabtu lalu.

Joy White mengatakan tentang penculik anaknya, "Saya ingin dia menderita. Saya ingin dia merasakan penderitaan sebagaimana yang saya alami selama 23 tahun."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau