Sanggup Habiskan 8 Porsi Mi Ayam?

Kompas.com - 21/01/2011, 11:33 WIB

KOMPAS.com - “Horeeee...!!" teriak Yongky setahun silam. Siapa sangka, usai makan di warung, ia bukannya keluar uang, malah membawa pulang uang tunai sebesar Rp 1 juta. Tak hanya itu, perutnya juga sudah kenyang bahkan bisa dibilang terlalu penuh untuk bisa memakan kue cubit yang biasa di jual si abang gerobak pinggir jalan. Makanan itu pun gratis, alias tak perlu bayar.

Yongky adalah satu cerita perjuangan para pelanggan bakmi di rumah makan Ko Fei, Kelapa Gading, Jakarta Utara yang berhasil melumpuhkan tantangan sang tuan rumah, memakan 8 porsi mi ayam (1,1 kg mi dan 5,5 ons sayur) dalam tempo kurang dari 30 menit. Hadiahnya? Tentu seperti cerita di atas, uang tunai sebesar Rp 1 juta. Wow…

Ikut Tantangan Ko’Fei

Saya pun jadi tertantang untuk ikutan adu nyali demi gengsi. Masak tukang makan nggak bisa nih ngabisin 8 porsi mi ayam? Let’s Go! Itadakimasu! Dalam sekejap ‘seporsi’ mi jumbo sampai di hadapan saya. Oalaaaaa leeeee … arep pingsan kulo … Jumbo banget tuh minya. Menit pertama semua berlangsung nikmat … namun hingga menit ke-10, perut saya sudah berasa penuh. Apalagi ketika menit sudah menunjuk angka 28. Oh My,… piring masih penuh dengan mi dan perut saya sudah tak sanggup menampung lagi. Give Up!

Begitu juga dengan kawan saya, Abel. Hmm,… sebagai pria, ternyata ia tak lebih bagus prestasi makannya dibanding saya hehehe … Menang dia sih secara kuantitatif, tapi kalah tetaplah kalah. Abel juga mesti memegang kartu Give Up seperti saya. Hi-hi-hi … Tak ada hukuman jika kalah dalam uji nyali ini, namun tentu kita mesti membayar 8 porsi mi yang sudah kita beli. That’s all.

Home Made dengan Telur Bebek

Meski kalah dalam uji nyali ini, saya tak kecewa. Mengapa? Karena rasa minya emang enak. Dengan mi yang home made tanpa bahan pengawet, mi ini dibuat dengan menggunakan telur bebek. Sehingga rasa minya ini terasa lebih gurih dan sangat lembut. Pun mi ini meski sudah dingin rasanya masih tetap enak, tetap gurih, tetap lembut dan tidak menempel satu dengan yang lain atau istilahnya, tidak benyek.

Untuk itu, meski uji nyali kalah dan mi masih tersisa banyak. No Problem, dibungkus aja. Tips dari saya sih, jika tidak yakin bakal habis, sebaiknya ketika memakan mi jumbo tersebut, jangan terlalu di acak-acak, atau bagi menjadi beberapa bagian, sehingga jika tidak habis pun bisa dibungkus buat orang di rumah.

Untuk toppingnya sendiri ada bermacam-macam. Mulai dari ayam jamur, ayam kampung dan chasio garing madu yang merupakan spesial topping disini. Selain itu, minya juga bermacam-macam, mulai dari mi keriting, mi lebar, bihun dan kwetiaw (semuanya home made dibuat sendiri oleh pemiliknya Harianto berdasar resep turun temurun keluarganya di Siantar sana).

Aneka Tantangan di Ko Fei

Selain tantangan menyantap mi 8 porsi dalam 30 menit, tantangan lainnya yang lebih dahsyat dan belum ada yang berhasil memecahkan adalah makan 13 porsi mi ayam dalam tempo 1 jam. Hadiahnya nggak tanggung-tanggung, uang tunai Rp 5 juta. Sayangnya sampai saat ini 12 orang yang mencoba 1 pun belum ada yang berhasil memenangkan tantangan.

Selain tantangan yang ada tiap hari ini, Ko Fei juga secara rutin mengadakan lomba adu cepat makan tiap tahunnya. Tak disangka aneka kegiatan dan tantangan ini sangat efektif dalam melambungkan nama Ko Fei di dunia per-mi-an Jakarta.

Dalam 2 tahun, pelanggannya bisa dibilang tak sedikit dan mayoritas adalah pelanggan setia. Buktinya, ketika saya kesana, saya melihat si Owen, juara makan tercepat di Ko Fei dengan hadiah HP BB Onyx dan juga beberapa pertandingan makan cepat internasional di Hong Kong dan Singapura.

“Sering makan disini?" tanya saya.

 “Iya sering," jawabnya.

“Kenapa suka mi disini?” tanya saya lagi.

“Minya enak lembut dan nggak ada bahan pengawet. Saya suka," jawabnya lagi.

Hmmm… Anda juga ingin mencoba? (Caturguna Rahayuningsih)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau