Chris John Konsentrasi Latihan Fisik

Kompas.com - 21/01/2011, 12:02 WIB

SEMARANG, Kompas.com - Pemegang gelar Super Champions kelas bulu WBA, Chris John, masih konsentrasi latihan fisik untuk menghadapi pertarungan perebutan gelar berikutnya.     "Berdasarkan keterangan dari dia (Chris John), saat ini masih konsentrasi latihan fisik berupa ’jogging’ dan lain sebagainya sampai menunggu kejelasan lawan berikutnya," kata istri Chris John, Anna Maria Megawati kepada Antara di Semarang, Jumat.     Menurut mantan atlet wushu Jawa Tengah ini, hal itu dilakukan supaya kondisi fisiknya lebih baik dari sebelumnya, apalagi setelah pertarungan melawan Fernando Saucedo di Jakarta, 5 Desember 2010, memasuki masa istirahat.     Nanti, kata dia, kalau sudah ada kejelasan lawan dan tempat pertarungan, tentunya latihan sudah mengarah pada teknik pertarungan. Ia menambahkan dirinya dan dua anaknya (Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani), awal Febuari 2011, juga bakal berangkat ke Australia untuk memberikan dukungan kepada Chris John selama latihan di Sasana Herr’s Gym Perth, Australia.

"Kami di sana sekitar satu bulan sampai pertarungan mendatang. Kedatangan kami, supaya kalau pulang latihan bertemu dengan keluarga, sekarang ini kan’ tidak," katanya, menegaskan.

Ketika ditanya apakah pertarungannya digelar di Australia, mengingat dia (Anna Maria Megawati) dan kedua anaknya di Negeri Kanguru sampai pertarungan berikutnya, dia mengatakan, tidak tahu soal itu. "Biasanya habis latihan kemudian kembali ke Indonesia dulu. Kemungkinan pertarungannya digelar di Indonesia, tetapi saya belum tahu kepastiannya," ucapnya.

Petinju dengan julukan The Dragon tersebut, menjalani latihan di Sasana Herry’s Gym Perth, Australia, selama dua pekan.  Pertarungan berikutnya bagi Chris John merupakan yang ke-14 kali, setelah petinju asal Kabupaten Banjarnegara, Jateng, tersebut merebut gelar juara dunia ad-interim dari tangan petinju Kolombia, Oscar Leon, di Bali, Oktober 2003.

Ke-13 kali pertarungan sebelumnya dilalui melalui tarung wajib atau "mandatory fight" (lima kali) dan tarung pilihan atau "choice" (delapan kali).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau