Paspor

Pembuat Dokumen Palsu Digaruk di Batam

Kompas.com - 21/01/2011, 18:57 WIB

BATAM, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Kota Barelang menangkap tersangka pembuat dokumen palsu syarat pembuatan paspor Republik Indonesia. Herman, tersangka yang berperan sebagai pembuat, ditangkap di rumah kontrakannya di salah satu kawasan permukiman liar di Kota Batam, Kamis (20/1/2011) sore.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Kota Besar (poltabes) Barelang Komisaris Aries Andhi dalam gelar perkara di Batam, Jumat (21/1/2011), menyatakan, Herman tertangkap di rumah kontrakannya seorang diri. Dokumen yang dipalsukan meliputi Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, dan ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA).

Berdasarkan pengakuan Herman kepada polisi, sebagian dokumen palsu tersebut digunakan para pemesannya untuk syarat membuat paspor. Mereka umumnya adalah calon tenaga kerja Indonesia (TKI).

Dokumen-dokumen palsu itu dibuat menggunakan satu unit komputer jinjing dan dua unit printer. Stempel palsu juga digunakan untuk meniru cap lembaga.

Dari 17 jenis barang bukti yang disita polisi, salah satunya adalah setumpuk blangko kosong. Blangko tersebut terdiri dari 66 lembar blangko KTP, 92 lembar blangko akta kelahiran, 76 lembar blangko KK, serta 10 lembar blangko ijazah SMA.

"Kami masih mengembangkan kasus ini. Apakah blangko kosong itu asli atau tidak, sedang kami dalami, termasuk jaringannya semua," kata Aries.

Atas perbuatannya itu Herman, yang kelahiran Sumenep, Jawa Timur, itu dijerat pasal 263 KUHP tentang pemalsuan. Ancaman hukumannya adalah penjara maksimal 6 tahun.

Alamat Herman sebagaimana tertera dalam KTP-nya adalah alamat Batam. Namun, alamat tersebut berbeda dengan alamat riil rumah kontrakannya yang berlokasi di permukiman liar di Kecamatan Lubuk Baja, Batam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau